Disarankan untuk bermalam di Dhu Tuwa ketika berniat memasuki Makkah, dan melakukan Ghusl sebelum memasukinya, dan memasukinya pada siang hari Sahih Muslim 1259 b
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ،كَانَ لاَ يَقْدَمُ مَكَّةَ إِلاَّ بَاتَ بِذِي طَوًى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ ثُمَّ يَدْخُلُ مَكَّةَ نَهَارًاوَيَذْكُرُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ فَعَلَهُ
Terjemahan
Nafi' melaporkan bahwa Ibnu Umar (Allah berkenan kepada mereka) tidak memasuki Mekah tanpa bermalam di Dhi Tawu sampai fajar, ketika dia mandi, dan kemudian memasuki Mekah di pagi hari, dan menyebutkan bahwa Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) melakukan itu.