Diperbolehkan mengelilingi Ka'bah dengan unta dan sejenisnya, dan bagi orang yang menunggang kuda menyentuh batu (hitam) dengan tongkat bengkok dan sejenisnya. Sahih Muslim 1273 a

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي، الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ، قَالَطَافَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْبَيْتِ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى رَاحِلَتِهِ يَسْتَلِمُ الْحَجَرَ بِمِحْجَنِهِ لأَنْ يَرَاهُ النَّاسُ وَلِيُشْرِفَ وَلِيَسْأَلُوهُ فَإِنَّ النَّاسَ غَشُوهُ‏.‏
Terjemahan

Jabir (Allah ridho kepadanya) melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengelilingi Rumah di punggung unta yang menungganginya pada kesempatan Ziarah Perpisahan dan menyentuh Batu dengan tongkatnya sehingga orang-orang akan melihatnya, dan dia akan mencolok, dan mereka harus dapat bertanya kepadanya (pertanyaan yang berkaitan dengan agama) karena orang-orang telah berkerumun di sekelilingnya.