Berangkat dari 'Arafat ke Al-Muzdalifah. Dianjurkan untuk shalat Maghrib dan Isya bersama-sama di Al-Muzdalifah pada malam ini Sahih Muslim 1288 a

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّأَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ قَالَجَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ لَيْسَ بَيْنَهُمَا سَجْدَةٌ وَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ وَصَلَّى الْعِشَاءَ رَكْعَتَيْنِ ‏.‏فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يُصَلِّي بِجَمْعٍ كَذَلِكَ حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ تَعَالَى
Terjemahan

Ubaidullah b. 'Abdullah b. 'Umar melaporkan tentang otoritas ayahnya (Allah ridho kepada mereka) bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menggabungkan matahari terbenam dan 'Isya', shalat di Muzdalifa dan tidak ada sujud (yaitu sholat Sunan atau Nawafil) di antara keduanya. Dia menjalankan tiga rakaat shalat matahari terbenam dan dua rakaat shalat Isya, dan 'Abdullah (lahir 'Umar) menjalankan shalat dengan cara ini (di Muzdalifa) sampai dia bertemu dengan Tuhannya.