Perpisahan Tawaf adalah wajib, tetapi dibebaskan dalam kasus wanita yang sedang menstruasi Sahih Muslim 1211 af
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، - لَعَلَّهُ قَالَ - عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرَادَ مِنْ صَفِيَّةَ بَعْضَ مَا يُرِيدُ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِهِ . فَقَالُوا إِنَّهَا حَائِضٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ "وَإِنَّهَا لَحَابِسَتُنَا " . فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا قَدْ زَارَتْ يَوْمَ النَّحْرِ . قَالَ " فَلْتَنْفِرْ مَعَكُمْ "
Terjemahan
'Aisyah (Allah ridha kepadanya) melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) cenderung melakukan dengan Safiyyah apa yang seorang pria merasa cenderung untuk dilakukan dengan istrinya. Mereka mengatakan
Rasulullah, dia telah memasuki keadaan haid, dan kemudian dia berkata: (Baiklah) dia akan menahan kami. Mereka (istri-istrinya) berkata: Rasulullah, dia melakukan Tawaf Ziyara (Tawaf Ifada) pada hari Nahr. Setelah itu dia berkata: Maka dia harus pergi bersamamu