حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ، عَبْدِ اللَّهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اللَّيْثِيِّ، أَنَّهُ أَهْدَى لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حِمَارًا وَحْشِيًّا وَهُوَ بِالأَبْوَاءِ - أَوْ بِوَدَّانَ - فَرَدَّهُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَلَمَّا أَنْ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا فِي وَجْهِي قَالَ " إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلاَّ أَنَّا حُرُمٌ " .
Terjemahan
Riwayat yang disampaikan oleh Hakam (kata-katanya adalah)
Al-Sa'b b. Jaththama mempersembahkan kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) kaki keledai liar. Dan dalam riwayat yang disampaikan oleh Shu'ba (kata-katanya adalah): (Dia mempersembahkan kepadanya) pantat keledai liar saat darah menetes darinya. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Shu'ba tentang otoritas Habib (kata-katanya adalah): Bagian dari keledai liar dipersembahkan kepada Rasul (semoga damai sejahtera atasnya) dan dia mengembalikannya kepadanya (yang mempersembahkannya).