Larangan buruan berburu bagi orang yang telah masuk Ihram untuk Haji atau Umroh atau untuk keduanya Sahih Muslim 1196 b
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ أَبِي النَّضْرِ، عَنْ نَافِعٍ، مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، - رضى الله عنه - أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى إِذَا كَانَ بِبَعْضِ طَرِيقِ مَكَّةَ تَخَلَّفَ مَعَ أَصْحَابٍ لَهُ مُحْرِمِينَ وَهُوَ غَيْرُ مُحْرِمٍ فَرَأَى حِمَارًا وَحْشِيًّا فَاسْتَوَى عَلَى فَرَسِهِ فَسَأَلَ أَصْحَابَهُ أَنْ يُنَاوِلُوهُ سَوْطَهُ فَأَبَوْا عَلَيْهِ فَسَأَلَهُمْ رُمْحَهُ فَأَبَوْا عَلَيْهِ فَأَخَذَهُ ثُمَّ شَدَّ عَلَى الْحِمَارِ فَقَتَلَهُ فَأَكَلَ مِنْهُ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَبَى بَعْضُهُمْ فَأَدْرَكُوا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ "إِنَّمَا هِيَ طُعْمَةٌ أَطْعَمَكُمُوهَا اللَّهُ " .
Terjemahan
Abu Qatada (Allah ridho kepadanya) melaporkan bahwa ketika dia bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) di salah satu jalan raya Mekah, dia tertinggal di belakangnya (Nabi Suci) bersama dengan teman-teman yang berada dalam keadaan Ihram, sedangkan dia sendiri bukan Muhrim. Dia melihat seekor keledai liar. Saat dia menaiki kudanya, dia meminta teman-temannya untuk mengambil cambuknya (yang telah jatuh) tetapi mereka menolak untuk melakukannya. Dia meminta mereka untuk menyerahkan tombak itu kepadanya, tetapi mereka menolak. Dia kemudian sendiri memegangnya dan mengejar keledai liar itu dan membunuhnya. Beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakan (dagingnya), tetapi beberapa dari mereka menolak untuk melakukannya. Mereka menyusul Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan bertanya kepadanya tentang hal itu, dan dia berkata
Ini adalah makanan yang Allah sediakan kepadamu (jadi makanlah).