حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ، عَبْدِ اللَّهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اللَّيْثِيِّ، أَنَّهُ أَهْدَى لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حِمَارًا وَحْشِيًّا وَهُوَ بِالأَبْوَاءِ - أَوْ بِوَدَّانَ - فَرَدَّهُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَلَمَّا أَنْ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا فِي وَجْهِي قَالَ ‏"‏ إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلاَّ أَنَّا حُرُمٌ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abdullah b. Abu Qatada meriwayatkan tentang otoritas ayahnya (Allah ridho kepadanya) bahwa mereka pergi bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dalam ekspedisi ke Hudaibiya. Dia (lebih lanjut) mengatakan

Mereka telah memasuki keadaan Ihram kecuali Aku untuk 'Umra. Dia (lagi) berkata: Aku (Abu Qatada) memburu keledai liar dan memberi makan teman-temanku dalam keadaan mereka Muhrim. 1 kemudian datang kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan memberitahukan kepadanya bahwa kami membawa daging yang ditinggalkan darinya. Setelah itu dia berkata: "Makanlah," ketika mereka berada dalam keadaan Ihram.