Hewan apa yang direkomendasikan untuk dibunuh oleh Muhrim dan yang lainnya di dalam dan di luar Suaka Sahih Muslim 1199 a
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ "خَمْسٌ لاَ جُنَاحَ عَلَى مَنْ قَتَلَهُنَّ فِي الْحَرَمِ وَالإِحْرَامِ الْفَارَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْغُرَابُ وَالْحِدَأَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ " . وَقَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ فِي رِوَايَتِهِ " فِي الْحُرُمِ وَالإِحْرَامِ
Terjemahan
Salim melaporkan tentang otoritas ayahnya (Allah berkenan dengan mereka) bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata
Lima adalah (binatang) yang jika seseorang membunuh mereka di kawasan Ka'bah atau di negara lhram tidak memerlukan dosa: tikus, kalajengking, gagak, layang-layang dan anjing rakus. Dalam versi lain kata-katanya adalah: "sebagai Muhrim dan dalam keadaan lhram".