حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ‏"‏ ‏.‏ وَحَدَّثَنِيهِ أَبُو الطَّاهِرِ، وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، ح وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي، ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِمِثْلِهِ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah berkata

Orang beriman tidak mengizinkan untuk disengat dua kali dari satu lubang (dan yang sama). Hadis ini telah dinarasikan atas otoritas Abu Huraira melalui rantai pemancar lain.

Comment

Kitab Zuhd dan Pelembutan Hati

Sahih Muslim - Referensi Hadis: Sahih Muslim 2998 a, b

Teks Hadis

"Orang beriman tidak membiarkan diri disengat dua kali dari satu (dan sama) lubang."

Komentar

Hadis yang mendalam ini menetapkan prinsip dasar kebijaksanaan Islam dan kecerdasan praktis. "Lubang" mewakili segala sumber bahaya, penipuan, atau kemalangan. "Sengatan" melambangkan cedera atau kerugian yang diderita.

Seorang mukmin sejati memiliki daya nalar (firāsah) yang diberikan oleh iman. Setelah mengalami bahaya sekali, mereka belajar dari pengalaman dan menghindari mengulangi kesalahan yang sama. Ini menunjukkan penekanan Islam pada belajar dari pengalaman dan melaksanakan kebijaksanaan dalam urusan duniawi.

Pengulangan ajaran ini melalui banyak rantai transmisi (seperti yang ditunjukkan dalam narasi) menekankan pentingnya dalam etika Islam. Ini mengajarkan orang beriman untuk waspada, belajar dari pengalaman masa lalu, dan tidak lalai dalam melindungi diri dari bahaya yang diketahui.

Prinsip ini berlaku untuk semua aspek kehidupan: urusan bisnis, persahabatan, masalah agama, dan perilaku pribadi. Orang beriman harus bijaksana seperti ular sambil tetap lembut seperti merpati, seperti yang diajarkan dalam tradisi Islam lainnya.

Aplikasi Praktis

Ajaran ini mendorong Muslim untuk mengembangkan kesadaran, belajar dari kesalahan, dan melaksanakan kehati-hatian yang bijaksana tanpa menjadi paranoid atau tidak percaya pada semua orang. Ini menyeimbangkan kepercayaan pada Allah dengan tindakan bertanggung jawab dalam urusan duniawi.