حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي الْغَيْثِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ - وَأَحْسِبُهُ قَالَ - وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah berkata

Barangsiapa menjaga anak yatim piatu apakah dia kerabatnya atau bukan, aku dan dia akan bersama-sama di surga seperti ini, dan Malik (menjelaskannya) dengan gerakan dengan menarik jari telunjuk dan jari tengahnya berdekatan.

Comment

Kitab Zuhd dan Pelunakan Hati

Sahih Muslim - Hadis 2983

Teks Hadis

"Siapa yang mengurus anak yatim baik dia kerabatnya atau bukan, aku dan dia akan bersama di Surga seperti ini, dan Malik (menjelaskannya) dengan isyarat dengan mendekatkan jari telunjuk dan jari tengahnya."

Komentar tentang Keutamaan Merawat Anak Yatim

Hadis mulia ini dari Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) menetapkan pahala besar bagi mereka yang merawat anak yatim. Isyarat mendekatkan jari telunjuk dan jari tengah menandakan kedekatan tak tertandingi yang akan ada antara pengasuh dan Nabi di Surga.

Para ulama menjelaskan bahwa "mengurus" mencakup memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual anak yatim - termasuk makanan, pakaian, pendidikan, dan pengasuhan yang tepat sesuai dengan ajaran Islam. Tanggung jawab ini berlaku apakah anak yatim itu terkait atau tidak terkait, menunjukkan belas kasihan universal Islam.

Signifikansi Spiritual

Ibn Rajab al-Hanbali berkomentar bahwa kedekatan dengan Nabi di Akhirat ini mewakili bentuk kehormatan tertinggi, karena berada dekat dengan Utusan Allah lebih unggul dari semua kenikmatan Surga lainnya. Kerentanan anak yatim mencerminkan keyatiman Nabi sendiri, menciptakan koneksi ilahi yang khusus.

Al-Nawawi menekankan bahwa hadis ini mendorong umat Islam untuk memperlakukan anak yatim dengan kebaikan yang luar biasa, karena perawatan mereka mengarah pada pencapaian spiritual tertinggi - persahabatan dengan Yang Terpilih (Al-Mustafa) di taman-taman abadi.