Barangsiapa ingin agar perbuatannya dipublikasikan secara luas, maka Allah akan mempublikasikan (penghinaan). Dan barangsiapa yang berbuat munafik, maka Allah akan menampilkannya.
Kitab Zuhud dan Pelembutan Hati - Sahih Muslim 2986
Hadis ini dari Sahih Muslim membahas dosa besar riyā' (pamer) dan balasan ilahi bagi mereka yang mencari pengakuan duniawi atas perbuatan mereka.
Penjelasan Teks
Frasa "ingin agar perbuatannya dipublikasikan secara luas" merujuk pada melakukan ibadah bukan untuk keridhaan Allah tetapi untuk mendapatkan reputasi, pujian, atau status di antara orang-orang. Ini merusak keikhlasan (ikhlāṣ) yang diperlukan untuk semua ibadah.
"Allah akan mempublikasikan kehinaannya" menandakan bahwa Allah akan mengungkapkan kesalahan dan kekurangan tersembunyi orang tersebut, membuat jelas apa yang mereka coba sembunyikan, baik di dunia ini melalui aib atau di Akhirat di hadapan semua ciptaan.
Komentar Ulama
Ibn Rajab al-Hanbalī menjelaskan bahwa riyā' adalah "syirik kecil" karena melibatkan menyekutukan orang lain dengan Allah dalam niat. Hukuman sesuai dengan kejahatan: sebagaimana seseorang mencari ketenaran, Allah memberi mereka aib; sebagaimana mereka menampilkan kesalehan palsu, Allah mengungkapkan kenyataan mereka.
Al-Nawawī menyatakan hadis ini memperingatkan terhadap keinginan apa pun untuk reputasi dalam urusan agama. Orang beriman sejati melakukan perbuatan secara rahasia, hanya mencari penerimaan Allah, mengetahui bahwa Dia memberi pahala atas apa yang tersembunyi.
Implikasi Praktis
Muslim harus terus-menerus memeriksa niat (niyyah) mereka, mencari perlindungan dari pamer. Para pendahulu yang saleh akan menyembunyikan perbuatan baik mereka seperti orang menyembunyikan dosa-dosa mereka.
Ajaran ini menekankan bahwa nilai perbuatan terletak pada keikhlasannya, bukan pada visibilitasnya. Orang beriman bekerja untuk Saksi yang Tak Terlihat daripada penonton fana.