حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا حَفْصٌ، - وَهُوَ ابْنُ غِيَاثٍ - عَنْ سُلَيْمَانَ، التَّيْمِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ عَطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاَنِ فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُشَمِّتِ الآخَرَ فَقَالَ الَّذِي لَمْ يُشَمِّتْهُ عَطَسَ فُلاَنٌ فَشَمَّتَّهُ وَعَطَسْتُ أَنَا فَلَمْ تُشَمِّتْنِي ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ وَإِنَّكَ لَمْ تَحْمَدِ اللَّهَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Putra Abu Said al-Khudri melaporkan atas wewenang ayahnya bahwa Rasulullah SAW berkata

Apabila salah seorang di antara kamu menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan bantuan tangannya, karena iblis-lah yang masuk ke dalamnya.

Comment

Kitab Zuhd dan Pelembutan Hati - Sahih Muslim 2995 a

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Narasi ini dari "Kitab Zuhd dan Pelembutan Hati" Sahih Muslim membahas etika yang benar saat menguap, seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad (semoga damai menyertainya).

Komentar Ulama tentang Etika Menguap

Para ulama klasik menjelaskan bahwa menguap berasal dari kekenyangan dan kemalasan, yang berasal dari diri (nafs) yang cenderung pada kejahatan. Ketika seseorang merasa mengantuk atau malas, setan menemukan kesempatan untuk mengejek dan mengalihkan perhatian orang beriman.

Imam An-Nawawi, dalam komentarnya tentang Sahih Muslim, menyatakan bahwa menutup mulut saat menguap dianjurkan (mustahabb) karena setan senang dengan mulut yang terbuka dan dapat masuk atau menyebabkan bahaya. Tangan berfungsi sebagai penghalang terhadap bahaya spiritual ini.

Para ulama menekankan bahwa ajaran ini menggabungkan etika fisik dan perlindungan spiritual. Tindakan menutup mulut menunjukkan kesadaran akan Allah bahkan dalam tindakan tak sadar dan melindungi dari pengaruh setan saat momen kelemahan.

Implementasi Praktis

Mayoritas ulama berpendapat bahwa seseorang harus menutup mulut dengan punggung tangan atau telapak tangan saat menguap. Beberapa menyarankan untuk mengucapkan "A'udhu billahi minash-shaytanir-rajim" (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk) ketika merasa menguap akan datang.

Ajaran ini mengingatkan orang beriman bahwa bimbingan Islam mencakup semua aspek kehidupan, termasuk fungsi tubuh alami, mengubahnya menjadi tindakan ibadah melalui niat yang benar dan kepatuhan pada contoh kenabian.