Yang Terkait dengan Pernyataan 'Rantai Narasi berasal dari Agama'; 'Transmisi tidak diambil kecuali dari Narator yang Dapat Dipercaya'; dan 'Kritik terhadap Para Narator Dengan Apa yang Diperbolehkan Mengenai Mereka, Bahkan Wajib dan Bahwa Itu Bukan Jenis Fitnah yang Dilarang, melainkan Pembelaan Syar'ah yang Mulia' Sahih Muslim Introduction 26
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، وَهِشَامٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ، وَحَدَّثَنَا فُضَيْلٌ، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ وَحَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ حُسَيْنٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، قَالَ إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ .
Terjemahan
Abū Ja'far Muhammad bin us-Sabbāh meriwayatkan kepada kami, Ismā'īl bin Zakariyyā' meriwayatkan kepada kami, atas otoritas Āsim il-Ahwal, atas otoritas Ibnu Sīrīn yang dia katakan
"Mereka tidak mau bertanya tentang rantai cerita, dan ketika Fitnah terjadi, mereka berkata: 'Sebutkan kami orang-orangmu'. Jadi Ahl us-Sunnah akan dianggap, dan Ḥadīth mereka kemudian diambil, dan Ahl ul-Bi'dah akan dianggap, dan Ḥadīth mereka tidak diambil'.