Yang Terkait dengan Pernyataan 'Rantai Narasi berasal dari Agama'; 'Transmisi tidak diambil kecuali dari Narator yang Dapat Dipercaya'; dan 'Kritik terhadap Para Narator Dengan Apa yang Diperbolehkan Mengenai Mereka, Bahkan Wajib dan Bahwa Itu Bukan Jenis Fitnah yang Dilarang, melainkan Pembelaan Syar'ah yang Mulia' Sahih Muslim Introduction 27
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ، عَنْ عَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، قَالَ لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الإِسْنَادِ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلاَ يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ .
Terjemahan
Ishāq bin Ibrāhīm al-Hanthalī meriwayatkan kepada kami, Īsā, dan dia adalah Ibnu Yūnus, memberitahukan kepada kami, al-Awzā'ī meriwayatkan kepada kami, atas otoritas Sulyamān bin Mūsā, katanya
'Aku bertemu dengan Tāwus dan berkata: 'Apa-itu menceritakan kepadaku ini-dan-itu'. Lalu dia berkata: 'Jika temanmu dapat dipercaya, maka ambillah darinya.'