Yang Terkait dengan Pernyataan 'Rantai Narasi berasal dari Agama'; 'Transmisi tidak diambil kecuali dari Narator yang Dapat Dipercaya'; dan 'Kritik terhadap Para Narator Dengan Apa yang Diperbolehkan Mengenai Mereka, Bahkan Wajib dan Bahwa Itu Bukan Jenis Fitnah yang Dilarang, melainkan Pembelaan Syar'ah yang Mulia' Sahih Muslim Introduction 28

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، أَخْبَرَنَا عِيسَى، - وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ - حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى، قَالَ لَقِيتُ طَاوُسًا فَقُلْتُ حَدَّثَنِي فُلاَنٌ، كَيْتَ وَكَيْتَ ‏.‏ قَالَ إِنْ كَانَ صَاحِبُكَ مَلِيًّا فَخُذْ عَنْهُ ‏.‏
Terjemahan
Abd Allah bin Abd ir-Rahman ad-Dārimī meriwayatkan kepada kami, Marwān, artinya Ibnu Muhammad ad-Dimashqī memberitahukan kepada kami, Sa'īd bin Abd il-Azīz meriwayatkan kepada kami, atas otoritas Sulaymān bin Mūsā, dia berkata, "Aku berkata kepada Tāwus

'Apa-dan-itu diceritakan kepadaku seperti ini-dan-itu'. Dia berkata: 'Jika rekanmu dapat dipercaya, maka ambillah darinya.'