حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَىْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمُ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي فِي أَىِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Jabir melaporkan

Saya mendengar Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) berkata: Setan hadir bersama siapa pun di antara kamu dalam segala hal yang dia lakukan; Dia hadir bahkan ketika dia makan makanan; jadi jika ada di antara kamu yang menjatuhkan seteguk dia harus membuang sesuatu yang kotor di atasnya dan memakannya dan tidak ditinggalkan untuk iblis; dan ketika dia selesai (makanan) dia harus menjilat jari-jarinya, karena dia tidak tahu di bagian mana dari makanannya berkah itu.