Larangan membuat Nabidh dalam Al-Muzaffat, Ad-Dubba' (Labu), Al-Hantam dan An-Naqir; Ini telah dibatalkan dan sekarang diizinkan, selama tidak memabukkan Sahih Muslim 1997 c
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَطَبَ النَّاسَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَأَقْبَلْتُ نَحْوَهُ
فَانْصَرَفَ قَبْلَ أَنْ أَبْلُغَهُ فَسَأَلْتُ مَاذَا قَالَ قَالُوانَهَى أَنْ يُنْتَبَذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ .
Terjemahan
Ibnu 'Umar melaporkan
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berbicara kepada orang-orang dalam salah satu ekspedisinya. Ibnu 'Umar berkata: Aku maju kepadanya tetapi dia pergi sebelum aku mencapainya. Saya bertanya (orang-orang yang hadir di sana): Apa yang dia katakan? Mereka mengatakan bahwa dia (Nabi Suci) telah melarang persiapan Nabidh dalam labu dan guci yang dipernis.