Larangan membuat Nabidh dalam Al-Muzaffat, Ad-Dubba' (Labu), Al-Hantam dan An-Naqir; Ini telah dibatalkan dan sekarang diizinkan, selama tidak memabukkan Sahih Muslim 1998 b
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ،
أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنْهَىعَنِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ
وَالْمُزَفَّتِ .
Terjemahan
Dilaporkan tentang otoritas Ibnu Umar bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melarang (persiapan Nabidh dalam) kendi hijau (diolesi dengan nada) dan labu dan guci yang dipernis.