حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَرَكَعْتُ فَقُلْتُ بِيَدَىَّ هَكَذَا - يَعْنِي طَبَّقَ بِهِمَا وَوَضَعَهُمَا بَيْنَ فَخِذَيْهِ - فَقَالَ أَبِي قَدْ كُنَّا نَفْعَلُ هَذَا ثُمَّ أُمِرْنَا بِالرُّكَبِ .
Terjemahan
Ibnu Sa'd melaporkan
Saya membungkuk dan tangan saya dalam keadaan ini, yaitu mereka disatukan, telapak tangan ke telapak tangan, dan ditempatkan di antara pahanya. Ayah saya berkata: Kami dulu melakukan seperti ini tetapi kemudian diperintahkan untuk meletakkan mereka di atas lutut.