وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْقُنُوتِ، قَبْلَ الرُّكُوعِ أَوْ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ قَبْلَ الرُّكُوعِ . قَالَ قُلْتُ فَإِنَّ نَاسًا يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ . فَقَالَ إِنَّمَاقَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أُنَاسٍ قَتَلُوا أُنَاسًا مِنْ أَصْحَابِهِ يُقَالُ لَهُمُ الْقُرَّاءُ .
Terjemahan
Asim melaporkan
Saya bertanya kepada Anas apakah Qunut diamati (oleh Nabi Suci) sebelum ruku' atau setelah ruku'. Dia menjawab: Sebelum ruku'. Saya berkata: Orang-orang membayangkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengamati Qunut setelah ruku'. Dia berkata: Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memelihara Qunut (setelah ruku' seperti yang dipahami orang-orang) untuk mengucapkan kutukan kepada orang-orang yang telah membunuh orang-orang di antara para sahabatnya yang disebut pembacaan (Al-Qur'an).