Adalah Wajib untuk membaca Al-Fatihah Dalam Setiap Rakah; Jika seseorang tidak dapat membaca Al-Fatihah atau tidak dapat mempelajarinya, maka dia harus membaca apa pun yang dapat dia kelola Sahih Muslim 396 c
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ، - يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ - عَنْ حَبِيبٍ الْمُعَلِّمِ، عَنْ عَطَاءٍ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَفِي كُلِّ صَلاَةٍ قِرَاءَةٌ فَمَا أَسْمَعَنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَسْمَعْنَاكُمْ وَمَا أَخْفَى مِنَّا أَخْفَيْنَاهُ مِنْكُمْ وَمَنْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ فَقَدْ أَجْزَأَتْ عَنْهُ وَمَنْ زَادَ فَهُوَ أَفْضَلُ .
Terjemahan
'Ata' melaporkannya tentang otoritas Abu Huraira yang mengatakan
Bacaan (Surat al-Fatiha) dalam setiap (rakaat) shalat yang esensial. (Pembacaan) yang kami dengarkan dari Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) kami membuat Anda mendengarkannya. Dan apa yang dibacakannya dalam hati kepada kami, kami membacanya dalam hati bagimu. Dan barangsiapa membaca Umm Al-Qur'an, cukuplah baginya (untuk menyempurnakan shalat), dan barangsiapa menambahkannya (membaca beberapa ayat lain dari Al-Qur'an bersama dengan Surat al-Fatiha), lebih baik baginya.