Sunan an-Nasa'i

Sunan an-Nasa'i 5743

Jenis Nabidh yang Diperbolehkan Diminum dan Jenis yang Tidak Diperbolehkan
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، وَلَيْسَ، بِالنَّهْدِيِّ أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ، أَرْسَلَتْ إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ تَسْأَلُهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَحَدَّثَهَا عَنِ النَّضْرِ ابْنِهِ أَنَّهُ كَانَيُنْبَذُ فِي جَرٍّ يُنْبَذُ غُدْوَةً وَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu 'Utsman, yang bukan Al-Hindi, bahwa

Umm Al-Fadl mengirim pesan kepada Anas bin Malik, menanyakan kepadanya tentang Nabidh yang dibuat dalam guci gerabah. Dia menceritakan tentang putranya An-Nadr, yang biasa membuat Nabidh dalam toples gerabah di pagi hari dan meminumnya di malam hari.