أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ شُعَيْبٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ، وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " لاَ يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ يَبِيعُ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ يَزِيدُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ تَسْأَلِ الْمَرْأَةُ طَلاَقَ الأُخْرَى لِتَكْتَفِئَ مَا فِي إِنَائِهَا "
Terjemahan
Dikatakan bahwa Abu Hurairah berkata
“Saya mendengar Rasulullah berkata: “Tidak seorang pria boleh mendesak siapa pun untuk membatalkan penjualan yang telah disepakati dengan saudaranya untuk menjual barangnya sendiri; penduduk kota tidak boleh menjual untuk penduduk gurun; jangan menggembungkan harga secara artifisial; tidak boleh laki-laki melebihi saudaranya; dan tidak ada wanita yang boleh meminta saudara perempuannya (dalam iman) untuk menyerahkan apa yang ada di kapalnya (merampas dia). dari bagiannya dari pemeliharaannya),