أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى بْنِ بُهْلُولٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدًا، يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْمُلاَمَسَةِ وَالْمُنَابَذَةِ وَالْمُلاَمَسَةُ أَنْ يَتَبَايَعَ الرَّجُلاَنِ بِالثَّوْبَيْنِ تَحْتَ اللَّيْلِ يَلْمِسُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمَا ثَوْبَ صَاحِبِهِ بِيَدِهِ وَالْمُنَابَذَةُ أَنْ يَنْبِذَ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ الثَّوْبَ وَيَنْبُذَ الآخَرُ إِلَيْهِ الثَّوْبَ فَيَتَبَايَعَا عَلَى ذَلِكَ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id Al-Khudri berkata

“Rasulullah melarang dua jenis pakaian dan dua jenis transaksi. Adapun dua jenis transaksi, yaitu Mulamash dan Munabadhaha. Munabadha adalah ketika seseorang berkata, 'Saya melemparkan pakaian ini, dan transaksi menjadi mengikat, dan Mulamasah adalah ketika seseorang menyentuhnya dengan miliknya, tanpa membentangkannya dan memeriksanya, dan begitu dia menyentuhnya, transaksi menjadi mengikat.