أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رُبَيِّعَةَ، أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فَسَمِعَ صَوْتَ رَجُلٍ يُؤَذِّنُ فَقَالَ مِثْلَ قَوْلِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَا لَرَاعِي غَنَمٍ أَوْ عَازِبٌ عَنْ أَهْلِهِ . فَنَظَرُوا فَإِذَا هُوَ رَاعِي غَنَمٍ .
Terjemahan
Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Rubayyi'ah bahwa dia bersama Rasulullah (S.A.W) dalam perjalanan dan dia mendengar suara seorang pria yang memanggil Adzan, dan dia mengatakan apa yang dia katakan. Lalu dia berkata
"Ini adalah seorang gembala atau pria yang jauh dari keluarganya." Jadi mereka melihat dan itu adalah seorang gembala.