أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنْ أَبِي الأَشْهَبِ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ طَرَفَةَ، عَنْ عَرْفَجَةَ بْنِ أَسْعَدَ بْنِ كَرِبٍ، - قَالَ وَكَانَ جَدُّهُ - قَالَ حَدَّثَنِي أَنَّهُ، رَأَى جَدَّهُ قَالَ أُصِيبَ أَنْفُهُ يَوْمَ الْكُلاَبِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ فِضَّةٍ فَأَنْتَنَ عَلَيْهِ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْيَتَّخِذَهُ مِنْ ذَهَبٍ .
Terjemahan
Itu diceritakan dari 'Abdur-Rahman bin Tarafah, dari 'Arafat bin As'ad bin Karib, yang adalah kakeknya- mengatakan bahwa dia melihat kakeknya, dan dia berkata
“Hidungnya telah dipotong pada pertempuran Al-Kulab selama Jahiliyah, jadi dia memakai hidung yang terbuat dari perak, tetapi hidungnya mulai membusuk, jadi Nabi [SAW] menyuruhnya untuk memakai hidung yang terbuat dari emas.”