Meminta Izin Perawan Sehubungan Dengan Pernikahan Sunan an-Nasa'i 3263
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لَيْسَ لِلْوَلِيِّ مَعَ الثَّيِّبِ أَمْرٌ وَالْيَتِيمَةُ تُسْتَأْمَرُ فَصَمْتُهَا إِقْرَارُهَا "
Terjemahan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi berkata
“Wali tidak memiliki hak (untuk memaksa) wanita yang sebelumnya menikah (untuk menikah). Dan seorang gadis yatim piatu harus dikonsultasikan, dan kediamannya adalah persetujuannya.”