Sunan an-Nasa'i
Sunan an-Nasa'i 1717
Cara shalat witir dengan lima rakaat, dan perbedaan yang dilaporkan dari Al-Hakam dalam hadis tentang Witir
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَيُوتِرُ بِخَمْسٍ وَلاَ يَجْلِسُ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ .
Terjemahan
Hisyam bin Urwah meriwayatkan dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa
Nabi (صلى الله عليه وسلم) biasa shalat witir dengan lima dan dia tidak duduk kecuali di rakaat terakhir dari mereka.