Sunan an-Nasa'i
Sunan an-Nasa'i 1792
Kapan seseorang yang tidur dan melewatkan membaca bagian Al-Qur'an setiap malam harus menebusnya
Teks hadis bahasa Arab
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، قَالَمَنْ فَاتَهُ حِزْبُهُ مِنَ اللَّيْلِ فَقَرَأَهُ حِينَ تَزُولُ الشَّمْسُ إِلَى صَلاَةِ الظُّهْرِ فَإِنَّهُ لَمْ يَفُتْهُ أَوْ كَأَنَّهُ أَدْرَكَهُ .رَوَاهُ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ مَوْقُوفًا
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abdur-Rahman bin Abdul-Qari yang dikatakan Umar bin Al-Khattab
"Barangsiapa melewatkan bagian malamnya dan membacanya dari saat matahari melewati puncaknya sampai shalat Zuhur, maka dia tidak melewatkannya, atau seolah-olah dia menyusulnya."