أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَجُلاً، كَانَ فِي عُقْدَتِهِ ضَعْفٌ كَانَ يُبَايِعُ وَأَنَّ أَهْلَهُ أَتَوُا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ احْجُرْ عَلَيْهِ ‏.‏ فَدَعَاهُ نَبِيُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَهَاهُ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي لاَ أَصْبِرُ عَنِ الْبَيْعِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِذَا بِعْتَ فَقُلْ لاَ خِلاَبَةَ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan dari Anas bahwa

Ada seorang pria yang kemampuan mentalnya kurang, dan dia biasa membeli dan menjual. Keluarganya datang kepada Nabi dan berkata: “Hai Nabi Allah hentikan dia.” Maka Nabi Allah memanggilnya, dan menyuruhnya untuk tidak melakukan itu. Dia berkata: “Wahai Nabi Allah, aku tidak tahan untuk menjauh dari bisnis,” Dia berkata, “Jika kamu terlibat dalam kesepakatan maka katakanlah: 'Tidak ada niat untuk menipu. '(Sahih)