أَخْبَرَنَا أَبُو الأَشْعَثِ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ، قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لاَ أَطْهُرُ أَفَأَتْرُكُ الصَّلاَةَ قَالَ " لاَ إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ " . قَالَ خَالِدٌ فِيمَا قَرَأْتُ عَلَيْهِ " وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي "
Terjemahan
Diriwayatkan dari 'Aisyah bahwa putri Abu Hubaish berkata
"Wahai Rasulullah, aku tidak menjadi suci, jadi haruskah aku berhenti shalat?" Dia berkata: "Tidak, itu adalah pembuluh darah." Khalid berkata, dalam apa yang saya baca darinya, [1] "Dan itu bukan menstruasi, jadi ketika menstruasimu tiba, berhentilah berdoa, dan ketika haid, basuhlah darah dari dirimu dan berdoa." [1] Artinya, di hadapan Hisyam, dari siapa dia meriwayatkannya.