أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، { قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، } قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، وَلَمْ يَسْمَعْهُ مِنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لاَ عُمْرَى وَلاَ رُقْبَى فَمَنْ أُعْمِرَ شَيْئًا أَوْ أُرْقِبَهُ فَهُوَ لَهُ حَيَاتَهُ وَمَمَاتَهُ " . قَالَ عَطَاءٌ هُوَ لِلآخَرِ
Terjemahan
Ibn Juraij dijo
'Ata' memberitahu saya, dari Habib bin Abi Thabit, dari Ibnu 'Umar -dan dia tidak mendengarnya- dia berkata: 'Rasulullah berkata: 'Tidak ada 'Umra dan tidak ada Ruqba. Barangsiapa yang diberi sesuatu atas dasar 'umra atau ruqba, itu adalah miliknya selama sisa hidupnya dan setelah dia meninggal. ' 'Ata' berkata: “Itu milik yang lain.”