Empat Puluh Hadis Qudsi
Hadith 12, 40 Hadith Qudsi
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " حُوسِبَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مِنْ الْخَيْرِ شَيْءٌ، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ يُخَالِطُ(1) النَّاسَ، وَكَانَ مُوسِرًا، فَكَانَ يَأْمُرُ غِلْمَانَهُ أَنْ يَتَجَاوَزُوا عَنْ الْمُعْسِرِ، قَالَ (2) قَالَ اللَّهُ : نَحْنُ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْكَ، تَجَاوَزُوا عَنْهُ" رواه مسلم (وكذلك البخاري والنسائي)
Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.
Dari Abu Mas‘ud al-Anshari (semoga Allah meridainya), Rasulullah (semoga selawat dan salam Allah tercurah kepada beliau) bersabda: “Seorang lelaki dari umat sebelum kalian dihisab. Tidak ditemukan kebaikan padanya kecuali bahwa ia berurusan (1) dengan orang banyak dan merupakan orang yang berkecukupan. Ia memerintahkan para pelayannya agar memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan.” Beliau bersabda (2): “Allah berfirman: Kami lebih berhak menunjukkan kelapangan hati itu daripada engkau. Maka maafkanlah dia.” Diriwayatkan oleh Muslim, juga oleh al-Bukhari dan an-Nasa’i.