Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah

Rambut Mubarak Rasoolullah

-باب ما جاء في شعر رسول الله صلى الله عليه وسلم

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 24
Anas ibn Malik dijo

“Rambut Rasulullah -Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian- turun sampai ke tengah-tengah telinganya.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 25
'A'isha katanya

“Saya biasa melakukan ritual wudhu utama, saya dan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari satu baskom, dan dia memiliki rambut di atas bahu dan di bawah daun telinga.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 26
Al-Bara' ibn 'Azib katanya

“Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tingginya sedang, berbahu lebar, dan rambut kepalanya menyentuh lobus telinganya.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 27
Qatada katanya

“Saya berkata kepada Anas: 'Bagaimana rambut Rasulullah (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian)? ' Dia menjawab: “Itu tidak melengkung tajam atau kurus. Rambutnya dulu mencapai lobus telinganya.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 28
Umm Hani binti 'Ali bin Thalib berkata

“Rasulullah -Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian- tiba dengan berani di Mekah, dan dia memiliki empat kepang rambut.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 29
Anas dijo

“Rambut Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sampai ke bagian tengah telinganya.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 30
Ibnu Abbas dijo

“Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa membiarkan rambutnya menggantung (di atas wajahnya), sedangkan orang-orang musyrik biasa memisahkan rambut kepala mereka. Ahli Kitab juga biasa membiarkan rambut kepala mereka menggantung, dan dia menggunakan nikmat meniru Ahli Kitab sehubungan dengan hal-hal yang tidak diperintahkan apa-apa, tetapi Rasulullah -Allah memberkatinya dan memberinya damai- kemudian membelah rambut kepalanya.”

Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah 31
Umm Hani dijo

“Saya melihat Rasulullah (Allah memberkati dan memberinya kedamaian) dengan empat kepang rambut.”