حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ قُبِضَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ الاثْنَيْنِ فَمَكَثَ ذَلِكَ الْيَوْمَ وَلَيْلَةَ الثُّلاثَاءِ، وَدُفِنَ مِنَ اللَّيْلِ، وَقَالَ سُفْيَانُ‏:‏ وَقَالَ غَيْرُهُ‏:‏ يُسْمَعُ صَوْتُ الْمَسَاحِي مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ‏.‏
Terjemahan
Ja'far ibn Muhammad melaporkan bahwa ayahnya berkata

“Rasulullah (Allah memberkati dan memberinya kedamaian) meninggal pada hari Senin, setelah itu dia tinggal siang dan Selasa malam, dan dia dimakamkan pada malam hari.” Menurut Sufyan [ibn 'Uyaina], orang lain berkata: “Suara sekop besi dapat terdengar pada bagian akhir malam.”