حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: لَمَّا أَرَادَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الْعَجَمِ قِيلَ لَهُ: إِنَّ الْعَجَمَ لا يَقْبَلُونَ إِلا كِتَابًا عَلَيْهِ خَاتَمٌ، فَاصْطَنَعَ خَاتَمًا، فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي كَفِّهِ.
Terjemahan
Anas ibn Malik dijo
“Ketika Rasulullah -Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian- ingin menulis kepada orang-orang non-Arab, dia diberitahu: 'Orang-orang non-Arab tidak akan menerima surat kecuali dengan meterai. 'Oleh karena itu dia menciptakan sebuah meterai, dan [bahkan sekarang] saya dapat melihat putihnya di telapak tangannya.”