Dia melihat kerendahan hati dalam pertemuan-pertemuannya Jami` at-Tirmidhi 2490
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَيْدٍ التَّغْلِبِيِّ، عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلمإِذَا اسْتَقْبَلَهُ الرَّجُلُ فَصَافَحَهُ لاَ يَنْزِعُ يَدَهُ مِنْ يَدِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ الَّذِي يَنْزِعُ وَلاَ يَصْرِفُ وَجْهَهُ عَنْ وَجْهِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ هُوَ الَّذِي يَصْرِفُهُ وَلَمْ يُرَ مُقَدِّمًا رُكْبَتَيْهِ بَيْنَ يَدَىْ جَلِيسٍ لَهُ .قَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Terjemahan
Anas bin Malik menceritakan
“Apabila Rasulullah SAW menerima seorang laki-laki untuk berjabat tangan dengannya, dia tidak akan melepaskan tangannya sampai dia melepaskan tangannya, dan dia tidak akan memalingkan wajahnya dari wajahnya sampai pria itu berbalik dan dia tidak akan terlihat memajukan lututnya di hadapan orang yang duduk bersamanya.”