(Apa Yang Telah Terkait) Tentang Memiliki Kesabaran Dengan Penderitaan Jami` at-Tirmidhi 2398
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ " الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأُخْتِ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ
Terjemahan
Mus'ab bin Sa'd menceritakan dari ayahnya bahwa seorang pria berkata
“Wahai Rasulullah! Siapakah di antara orang-orang yang diadili paling keras?” Dia berkata: “Para nabi, kemudian orang-orang yang paling dekat dengan mereka, kemudian orang-orang yang paling dekat dengan mereka. Seseorang diadili menurut agamanya; jika dia teguh dalam agamanya, maka ujiannya lebih berat, dan jika dia lemah dalam agamanya, maka dia diuji menurut kekuatan agamanya. Hamba itu akan terus diadili sampai ia dibiarkan berjalan di bumi tanpa dosa.”