Apa Yang Telah Terkait Tentang Puasa Hari Berturut-turut Jami` at-Tirmidhi 769

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ النَّبِيِّ، صلى الله عليه وسلم قَالَكَانَ يَصُومُ مِنَ الشَّهْرِ حَتَّى نَرَى أَنَّهُ لاَ يُرِيدُ أَنْ يُفْطِرَ مِنْهُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَرَى أَنَّهُ لاَ يُرِيدُ أَنْ يَصُومَ مِنْهُ شَيْئًا وَكُنْتَ لاَ تَشَاءُ أَنْ تَرَاهُ مِنَ اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلاَّ رَأَيْتَهُ مُصَلِّيًا وَلاَ نَائِمًا إِلاَّ رَأَيْتَهُ نَائِمًا ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Terjemahan
Jafar bin Humaid menceritakan bahwa

Anas bin Malik ditanya tentang puasa Nabi dan dia berkata: “Dia akan berpuasa selama sebulan sampai kami berpikir bahwa dia tidak ingin menjauhkan diri dari puasa selama satu bulan. Dan, dia tidak akan berpuasa selama sebulan sampai kami berpikir bahwa dia tidak ingin berpuasa selama itu. (Tidak ada waktu) saya ingin melihat apakah dia melakukan shalat pada malam hari, kecuali bahwa saya akan melihatnya berdoa, atau melihat dia tidur, kecuali bahwa saya akan melihatnya tidur.”