Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Keutamaan Membangun Masjid

Jami` at-Tirmidhi 319
Telah dikaitkan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membangun masjid untuk Allah, baik kecil maupun besar, maka Allah akan membangun rumah baginya di surga.”

Bab 126: Apa Yang Telah Terkait Tentang Masajid Mana Yang Lebih Berbudi Luhur

Jami` at-Tirmidhi 326
Abu Sa'id Al-Khudri menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sebuah gunung tidak dibebani (untuk perjalanan) kecuali untuk tiga orang Masjid: Masjid Al-Haram, masjid ini milik saya, dan Masjid Al-Aqsa.” [Abu `Isa berkata:] Hadis ini adalah Hasan Sahih.

Bab 127: Apa yang Terkait Tentang Berjalan Ke Masjid

Jami` at-Tirmidhi 328
(Rantaian lain dengan narasi serupa) dari Abu Hurairah

(dari Nabi) Dan ini lebih benar dari hadis Yazid bin Zurai. (nomor 327)

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Kebajikan Duduk Di Masjid Dan Menunggu Shalat

Jami` at-Tirmidhi 330
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang di antara kamu tidak berhenti untuk shalat selama dia menunggunya. Dan malaikat-malaikat tidak berhenti berdoa untuk salah seorang di antara kamu selama dia tinggal di masjid (sambil berkata): “Allah! Maafkan dia. Ya Allah! Kasihanilah dia, selama dia tidak melakukan hadat.” Seorang pria dari Hadramawt berkata: “Dan apakah Hadat Abu Hurairah itu?” Dia berkata: “Memecah angin, atau melewatkan gas.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Di Busut

Jami` at-Tirmidhi 333
Anas bin Malik menceritakan

“Rasulullah biasa bergaul dengan kami sehingga dia berkata kepada adik saya: 'Wahai Abu Umair! Apa yang dilakukan Nughair? '” Dia (Anas) berkata: “Seorang bisat dari kami akan ditaburi (dengan air) untuk melakukan shalat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Shalat Tidak Diputuskan Oleh Apa Pau'

Jami` at-Tirmidhi 337
Ibnu Abbas menceritakan

“Saya adalah penunggang keledai betina bersama Al-Fadl. Kami datang ketika Nabi dan sahabatnya sedang melakukan shalat di Mina.” Dia berkata: “Kami turun dari sana dan bergabung dengan barisan. Kemudian keledai itu lewat di depan mereka, dan ini tidak membatalkan shalat mereka.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Shalat Tidak Diputuskan Kecuali Oleh Seekor Anjing, Keledai, Dan Seekor Perempuan'

Jami` at-Tirmidhi 338
Abu Dharr berkata bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang laki-laki melaksanakan shalat, dan tidak ada sesuatu pun di depannya seperti tiang pelana atau pelana unta, maka shalat itu dipotong oleh seekor kucing hitam, seorang wanita, dan seekor keledai.” Dikatakan kepada Abu Dharr: “Apa masalah dengan anjingnya hitam daripada yang merah atau putih?” Dia berkata: “Wahai keponakanku! Aku bertanya kepada Rasulullah seperti yang kamu minta kepadaku. Dia berkata: 'Anjing hitam adalah setan. '”

Bab 139: Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Apa Yang Ada Antara Timur Dan Barat Adalah Kiblat'

Jami` at-Tirmidhi 344
(Rantaian lain yang menceritakan hal itu) Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Apa yang ada antara timur dan barat adalah kiblat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Di Kandang Domba Dan Tempat Peristirahatan Unta

Jami` at-Tirmidhi 349
(Rantai-rantai lain) dari Abu Hurairah,

dari Nabi dan itu sama atau serupa.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Pada Binatang Ke Arah Yang Menghadapi

Jami` at-Tirmidhi 351
Jabir menceritakan

“Nabi mengirim saya untuk sesuatu yang dia butuhkan. Aku datang kepadanya ketika dia sedang melakukan shalat di atas gunungnya, menuju ke timur, dia membuat sujud lebih rendah dari sujud.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Menuju Gunung Seseorang

Jami` at-Tirmidhi 352
Ibnu Umar menceritakan

“Nabi melakukan shalat terhadap unta betina atau gunungnya, dan dia akan melakukan shalat saat berada di atas gunungnya, ke arah mana pun yang menghadap.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Ketika Makan Malam Hadir Dan Iqamah Dipanggil Untuk Shalat Maka Mulailah Dengan Makan Malam'

Jami` at-Tirmidhi 353
Anas menyampaikan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika makan malam hadir dan Iqamah untuk Shalat telah dipanggil, maka mulailah dengan makan malam.”

Bab : Apa yang Telah Terkait [Tentang] 'Barangsiapa Mengunjungi Suatu Bangsa, Dia Tidak Memimpinnya Dalam Salat'

Jami` at-Tirmidhi 356
Abu Atiyyah menceritakan bahwa

Seorang di antara mereka berkata: “Malik bin Al-Huwairith datang kepada kami di Musala kami untuk menceritakan. Suatu hari ketika sudah waktunya untuk shalat, kami menyuruhnya untuk melanjutkan (memimpin shalat). Beliau berkata: “Hendaklah salah seorang di antara kamu maju, sampai aku menceritakan kepadamu mengapa aku tidak maju (untuk memimpin shalat); aku mendengar Rasulullah berkata: “Barangsiapa mengunjungi suatu umat, maka dia tidak memimpin mereka, tetapi seorang di antara mereka memimpin mereka.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Bagi Imam Untuk Menentukan Dirinya Dengan Permohonan

Jami` at-Tirmidhi 357
Thawban menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak diperbolehkan bagi seorang pria untuk melihat ke dalam rumah seseorang sampai dia diberi izin, karena jika dia melihat, maka dia telah masuk. Dan orang yang memimpin manusia (dalam shalat) tidak boleh memohon untuk dirinya sendiri dengan mengesampingkan jemaatnya. Jika dia melakukannya, maka dia telah mengkhianati mereka. Dan seseorang tidak boleh berdiri untuk shalat sementara dia harus buang air kecil.”

Bab : Apa yang Terkait (Atas Perkataan Nabi) 'Apabila Imam Shalat Sambil Duduk, maka Kamu (manusia) melaksanakan Shalat dengan Duduk'

Jami` at-Tirmidhi 361
Anas bin Malik menceritakan

“Rasulullah jatuh dari kuda dan terluka, jadi dia memimpin shalat sambil duduk dan kami juga mempersembahkan shalat sambil duduk. Ketika dia menyelesaikan shalat dia berkata: “Imam ditunjuk untuk diikuti; ketika dia mengucapkan Takbir maka ucapkan Takbir, ketika dia membungkuk, maka tunduklah, dan ketika dia mengangkat kepalanya, maka angkat kepalamu. Ketika dia berkata: “Sami'Allahu liman hamidah (Allah mendengarkan orang-orang yang memuji-Nya)” maka katakanlah: “Rabbana wa lakal-hamd. (Ya Tuhan kami! Dan segala puji adalah milik-Mu.” Dan apabila dia bersujud, maka sujudlah, dan apabila dia mengerjakan shalat sambil duduk, maka shalat dengan duduk seluruhnya.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Imam Bangun Dengan Pelupa Setelah Dua Raka'at

Jami` at-Tirmidhi 364
Ash-Sha'bi diceritakan

“Al-Mughirah bin Syu'bah memimpin kami dalam shalat, dan dia melanjutkan setelah dua raka'at, maka orang-orang berkata: 'Subhan Allah' dan dia berkata: 'Subhan Allah' kepada mereka. Ketika dia selesai shalat, dia berkata Taslim kemudian melakukan dua sujud As-Sahw saat dia sedang duduk. Kemudian dia menceritakan kepada mereka bahwa Rasulullah melakukan hal yang sama terhadap mereka seperti yang telah dilakukannya.

Jami` at-Tirmidhi 365
Ziyad bin Haqah menceritakan

“Al-Mughirah bin Syu'bah mengajarkan kita dalam shalat. Ketika dia shalat dua raka'at, dia berdiri tanpa duduk. Orang-orang yang berada di belakangnya berkata “Subhan Allah” dan dia menunjukkan kepada mereka bahwa mereka harus berdiri. Dia berkata Taslim ketika dia selesai shalat dan dia melakukan dua sujud assahw, dan berkata Taslim. Dia mengatakan bahwa Rasulullah yang melakukan ini.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Membuat Sinyal Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 368
Ibnu Umar menceritakan

“Aku berkata kepada Bilal: “Bagaimana Rasulullah menjawab mereka ketika mereka memberinya salam dan dia sedang melakukan shalat?” Dia berkata: “Dia akan bergerak dengan tangannya.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Shalat Sambil Duduk Adalah Setengah Dari Shalat Sambil Berdiri

Jami` at-Tirmidhi 371
Imran bin Husain menceritakan

“Saya bertanya kepada Rasulullah (S) tentang shalat bagi seorang pria yang sedang duduk. Beliau berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat sambil berdiri maka itu lebih berbuat baik. Dan barangsiapa melakukan shalat sambil duduk, maka dia mendapat setengah pahala dari orang yang berdiri, dan barangsiapa melakukan shalat sambil berbaring, maka dia mendapat setengah pahala dari orang yang duduk.”

Bab : [Apa Yang Terkait] Tentang Doa Sukarela Sambil Duduk

Jami` at-Tirmidhi 373
Hafsa, istri Nabi (S), menceritakan

“Saya tidak melihat Rasulullah shalat sukarela duduk sampai tahun sebelum dia meninggal. Kemudian dia akan melakukan shalat untuk shalat sukarela sambil duduk, dan dia akan membacakan sebuah surah dan memperpanjangnya sehingga lebih lama dari yang terpanjang.”