Bulugh al-Maram

Pemakaman

كتاب الجنائز

Bab

Bulugh al-Maram 552

Asma' bint 'Umais (RAA) menceritakan bahwa Fatimah (RAA) (putri nabi (ﷺ) membuat surat wasiat bahwa 'Ali (RAA) harus membasuhnya ketika dia meninggal. ' Terkait oleh Ad-Daraqutni.

Bulugh al-Maram 553

Buraidah (RAA) melaporkan tentang kisah wanita Ghamidi, yang akan dirajam atas perintah Nabi (ﷺ) (karena melakukan perzinahan), 'Kemudian Rasulullah (ﷺ) memberikan perintah tentang dia (setelah kematiannya), maka dia mempersembahkan shalat pemakaman untuknya, dan kemudian dia dimakamkan. ' Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 554

Jabir bin Samurah (RAA) menceritakan, “Seorang pria yang bunuh diri dengan panah berkepala lebar, dibawa kepada Nabi (ﷺ) tetapi dia tidak mempersembahkan doa pemakaman untuknya.” Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 555
Abu Hurairah (RAA) menceritakan tentang kisah wanita kulit hitam yang biasa membersihkan masjid. Rasulullah bertanya tentang dia, dan dia diberitahu bahwa dia telah meninggal. Dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak memberitahukan aku tentang kematiannya?” Tampaknya mereka menganggapnya sebagai orang yang tidak penting. Rasulullah SAW (ﷺ) berkata

“Tunjukkan kuburannya padaku.” Mereka menunjukkan kepadanya kuburannya dan dia mempersembahkan doa pemakaman untuknya. Disepakati. Muslim menambahkan dalam narasinya, “Sesungguhnya kuburan itu penuh dengan kegelapan bagi orang-orang yang terkubur di dalamnya. Allah, Yang Mahakuasa, akan menerangi mereka untuk penghuninya dengan doa saya atas mereka.

Bulugh al-Maram 556

Hudhaifah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa melarang pengumuman kematian siapa pun. Dikutip oleh Ahmad dan At-Tirmidhi, yang menjadikannya Hasan.

Bulugh al-Maram 557

Abu Hurairah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) memberi tahu orang-orang tentang kematian Negus pada hari dia meninggal. Dia membawa mereka ke tempat salat, untuk mempersembahkan doa pemakaman untuknya. Dia mengatur mereka dalam barisan, dan membuat Takbir empat kali.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 558

Ibnu Abbas (RA) menceritakan, “Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Jika seorang Muslim meninggal dan sekelompok empat puluh orang, yang tidak mempersekutukan siapa pun dengan Allah, berdoa untuknya, Allah akan menerima syafaat mereka untuknya (melalui doa mereka untuknya.” Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 559

Samurah bin Jundub (RAA) menceritakan, “Saya mempersembahkan doa pemakaman di belakang Nabi (ﷺ) untuk seorang wanita yang meninggal saat melahirkan dan dia (shalat) berdiri di seberang tengah tubuhnya.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 560

Aisyah (RAA) menceritakan, 'Demi Allah Rasulullah (ﷺ) mempersembahkan shalat pemakaman di masjid untuk anak-anak Baida (Sahl dan Suhail). ' Terkait oleh Muslim

Bulugh al-Maram 561

'Abdur Rahman bin Abi Laila (RAA) dan 'Zaid bin Arqam (RAA) biasa membaca empat Takbirat ketika shalat atas orang mati, tetapi sekali dia mengatakannya lima kali, jadi saya bertanya kepadanya tentang hal itu. Dia berkata kepada saya, 'Rasulullah (ﷺ) biasa melakukannya. ' Dikutip oleh Muslim dan empat Imam.

Bulugh al-Maram 562

'Ali bin Abi Thalib (RAA) menceritakan bahwa dia mengatakan enam takbirat ketika dia shalat atas Sahl bin Hunaif, dan dia berkata (menjelaskan tindakannya), 'Dia adalah salah satu sahabat, yang bertempur dalam Pertempuran Badr. ' Dikutip oleh Sa'id bin Mansur.

Bulugh al-Maram 563

Jabir (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa mengatakan empat takbirat atas orang mati, dan akan membacakan al-Fatihah di (setelah mengucapkan) takbirat pertama (pembukaan). ' Dihubungkan oleh ash-Syafi'i dengan rantai narasi yang lemah.

Bulugh al-Maram 564

Talhah bin 'Abduilah bin 'Auf (RAA) menceritakan, 'Saya mempersembahkan doa pemakaman yang dipimpin oleh Ibnu 'Abbas. Dia membacakan al-Fatihah dan berkata, 'Kamu harus tahu bahwa itu (membaca al-Fatihah) adalah sunnah Nabi (ﷺ). ' Dikutip dari Al-Bukhari.

Bulugh al-Maram 565

'Auf bin Malik (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) melakukan shalat pemakaman, dan saya menghafal permohonan ini (yang dia ucapkan untuk almarhum), “'Ya Allah! Ampunilah dia dan kasihanilah dia (padanya). Berilah dia kemudahan dan jeda. Jadikan tempat peristirahatannya sebagai tempat yang mulia, dan mudahkan masuknya. Cuci dia dengan air yang paling murni dan bersih, salju dan hujan es. Bersihkan dia dari dosa seperti pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Berilah dia sebagai gantinya rumah yang lebih baik dari rumahnya (di bumi) dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Berilah dia masuk surga dan lindungi dia dari cobaan kubur dan siksaan neraka.” Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 566

Abu Hurairah (RAA) menceritakan, “Ketika Rasulullah (ﷺ) shalat pemakaman, dia akan berkata, “Ya Allah! Ampunilah mereka di antara kita yang hidup, dan mereka yang mati, mereka yang hadir dan yang tidak hadir, mereka yang muda dan mereka yang laki-laki dan mereka yang perempuan. Ya Allah! Hendaklah orang-orang di antara kami yang Engkau hidupkan hidup dalam Islam, dan biarlah mereka yang Engkau ambil kembali mati dalam keadaan beriman. Ya Allah! Janganlah kamu merampas upah kami karena (memohon) kepadanya, dan janganlah kamu menyesatkan kami setelahnya. Dikutip oleh Muslim dan empat Imam.

Bulugh al-Maram 567
Abu Hurairah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Jika kamu mempersembahkan doa pemakaman untuk orang yang telah meninggal, mohonlah Allah dengan tulus untuknya.” Dikutip oleh Abu Dawud.

Bulugh al-Maram 568

Abu Hurairah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah berkata, “Cepatlah ketika Anda membawa mayat (janazah), karena jika almarhum itu benar, Anda akan membawanya ke sesuatu yang lebih baik, dan jika dia adalah orang jahat, maka Anda akan melepaskannya dari leher Anda.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 569
Abu Hurairah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

Al-Bukhari menceritakan atas wewenang Abu Hurairah, “Barangsiapa menemani pemakaman seorang Muslim, mencari pahala hanya dari Allah, Yang Mahakuasa, dan dia tetap bersamanya sampai dia memanjakan shalat pemakaman dan penguburan selesai, akan kembali dengan dua Qirat, masing-masing Qirat sama dengan gunung Uhud.”

Bulugh al-Maram 570

Salim menceritakan atas otoritas ayahnya (RAA) bahwa dia melihat Rasulullah (ﷺ), Abu Bakr dan 'Umar berjalan di depan pemakaman. ' Dikutip oleh lima imam, dan Ibnu Hibban menjadikannya Sahih.

Bulugh al-Maram 571

Umm 'Atiyah (RAA) menceritakan, 'Kami dilarang menemani prosesi pemakaman, tetapi larangan ini tidak wajib bagi kami. ' Disepakati.