Bulugh al-Maram

Pemakaman

كتاب الجنائز

Bab

Bulugh al-Maram 572
Abu Sa'id (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Berdirilah ketika Anda melihat prosesi pemakaman, dan dia yang menemaninya tidak boleh duduk sampai peti mati diletakkan di tanah.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 573

Abu Ishaq menceritakan bahwa 'Abdullah bin Yazid menempatkan mayat di kuburan dari sisi dekat kaki kuburan (yaitu ujung yang akan menampung kaki ketika tubuh diletakkan di dalamnya). Dia kemudian berkata, “Ini adalah sunnah Nabi (ﷺ).” Dikutip oleh Abu Dawud.

Bulugh al-Maram 574
Ibnu Umar (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Ketika kamu menempatkan almarhum kamu di dalam kubur, katakanlah, 'Dengan nama Allah, dan sesuai dengan tradisi Rasulullah (ﷺ).” Dikutip oleh Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa'i.

Bulugh al-Maram 575
Aisyah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Mematahkan tulang tubuh almarhum persis seperti mematahkannya ketika dia masih hidup.” Dikutip oleh Abu Dawud sesuai dengan kondisi Muslim.

Bulugh al-Maram 576

Ibnu Majah menambahkan, atas otoritas Umm Salamah (RAA), “sehubungan dengan itu adalah dosa.”

Bulugh al-Maram 577

Sa'd bin Abi Wqqa (RAA) berkata (selama sakit kematiannya) 'Buatlah lahd untukku dan tutupi dengan batu bata yang tidak terbakar, seperti yang kamu lakukan dengan makam Nabi (ﷺ). ' Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 578

Al-Baihaqi menyampaikan atas otoritas Jabir (RAA) narasi serupa dan menambahkan, “Dan kuburnya diangkat satu bentang dari tanah.” Ibnu Hibban menganggapnya sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 579

Jabir (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) melarang memutihkan kuburan dengan plester, untuk duduk di atasnya atau membangun di atasnya (seperti kubah). Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 580

'Amir bin Rabi'ah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berdoa untuk 'Utsman bin Madh'un, lalu pergi ke kuburan dan menaburkan tiga genggam tanah saat dia berdiri. ' Terkait oleh Ad-Darqutni.

Bulugh al-Maram 581

'Utsman Ibnu Affan (RAA) menceritakan, 'Setiap kali Rasulullah (ﷺ) menyelesaikan penguburan orang mati, dia akan berdiri di dekat kubur dan berkata, “Mintalah ampunan untuk saudaramu dan doakan dia untuk sabar, karena dia sekarang ditanyai.” Dikutip oleh Abu Dawud. Al-Hakim mengangkatnya sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 582
Damrah bin Habib (salah seorang dari Tabi'in atau pengikut sahabat) menceritakan, “Mereka (para sahabat yang dia temui) merekomendasikan bahwa setelah kuburan diratakan dan orang-orang pergi, seseorang harus berdiri di dekat kuburan dan berkata tiga kali kepada orang yang meninggal, 'Wahai orang itu, katakanlah

“Tidak ada tuhan selain Allah”, 'Wahai orang itu, katakanlah: “Allah adalah Tuhanku, Islam adalah agama saya, dan Muhammad adalah nabi saya.” Dikutip oleh Sa'id bin Mansur.

Bulugh al-Maram 583

At-Tabarani menceritakan Hadis serupa tentang otoritas Abu Umamah atas otoritas Nabi (ﷺ).

Bulugh al-Maram 584
Buraidah bin Al-Husaib al-Aslami (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Aku telah melarangmu mengunjungi kuburan, tapi sekarang kamu boleh mengunjunginya.” Dikutip oleh Muslim. At-Tirmidhi menambahkan sebagai berikut, “Ini akan mengingatkan Anda akan di sini setelah itu.”

Bulugh al-Maram 585

Ibnu Majah menambahkan atas otoritas bin Mas'ud, “Dan mereka membuatmu (yaitu kuburan) meninggalkan kehidupan duniawi ini.”

Bulugh al-Maram 586

Abu Hurairah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) mengutuk para wanita yang sering mengunjungi kuburan. Terkait At-Tirmidhi dan Ibnu Hibban menilai itu sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 587

Abu Sa'id Al-Khudri (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) mengutuk para wanita yang meratap dan mereka yang mendengarkan mereka. Dikutip oleh Abu Dawud.

Bulugh al-Maram 588

Umm 'Atiyah (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) membuat kami berjanji bahwa kami tidak akan meratap. Disepakati.

Bulugh al-Maram 589

Ibnu Umar (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah berkata, “Orang mati disiksa di kuburnya karena meratap untuknya.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 590

Al-Bukhari dan Muslim menyampaikan narasi serupa tentang otoritas Al-Mughirah bin Shu'bah.

Bulugh al-Maram 591

Anas (RAA) menceritakan Menghadiri pemakaman salah satu putri Nabi (ﷺ) Dia sedang duduk di sisi kuburan dan matanya meneteskan air mata. ' Dikutip dari Al-Bukhari.