Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Kesalehan Dan Memelihara Hubungan Baik dengan Kerabat

كتاب البر والصلة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Apa yang Terkait Tentang Karakter Baik

Jami` at-Tirmidhi 2002
Abu Ad-Dardh menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Tidak ada yang lebih berat pada timbangan orang mukmin pada hari kiamat daripada tabiat yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi marah kepada orang cabul yang tidak tahu malu.

Jami` at-Tirmidhi 2003
Abu Ad-Dardh menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Tidak ada yang ditempatkan pada Skala yang lebih berat daripada karakter yang baik. Sesungguhnya orang yang berkarakter baik akan mencapai pangkat orang yang berpuasa dan berdoa.”

Jami` at-Tirmidhi 2004
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah ditanya tentang apa yang paling dimasuki orang ke surga, maka dia berkata

“Taqwa Allah, dan sifat baik.” Dan ditanya kepadanya tentang apa yang paling dimasuki manusia ke dalam neraka, dan dia menjawab: “Mulut dan bagian pribadi”.

Jami` at-Tirmidhi 2005
Abu Wahb menceritakan bahwa

'Abdullah bin Al-Mubarak menjelaskan karakter yang baik, dan kemudian dia berkata: “Itu adalah wajah tersenyum, melakukan yang terbaik dalam kebaikan, dan menahan diri dari bahaya.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Mengunjungi Saudara

Jami` at-Tirmidhi 2008
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Barangsiapa mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya kepada Allah, maka seorang penelepon berseru: “Semoga kamu memiliki kebaikan dan mata pencaharian yang baik, dan semoga kamu tinggal di dalam batu bata di surga.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Ketenangan Dan Tergesa-gesa

Jami` at-Tirmidhi 2011
Ibnu Abbas menceritakan bahwa Rasulullah berkata kepada Ashaj 'Abdul-Qais

“Sesungguhnya ada dua sifat di dalam dirimu yang disukai Allah: kesabaran dan kesabaran.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Karakter Nabi

Jami` at-Tirmidhi 2016
Abu Abdullah Al-Jadali menceritakan

“Saya bertanya kepada 'Aisha tentang karakter Rasulullah. Dia berkata: “Dia tidak cabul, tidak mengucapkan kata-kata kotor, atau berteriak di pasar, dia tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dia memaafkan dan memaafkan.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Menjaga Hubungan yang Konsisten

Jami` at-Tirmidhi 2017
Aisha menceritakan

“Saya tidak cemburu pada istri Nabi seperti saya cemburu pada Khadijah, dan itu bukan karena saya melihatnya. Itu hanya karena Rasulullah begitu banyak menyebutkannya, dan karena setiap kali dia menyembelih seekor domba, dia akan mencari teman-teman Khadijah untuk memberi mereka sebagian darinya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Karakter Paling Luar Biasa

Jami` at-Tirmidhi 2018
Jabir menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kamu dan orang yang paling dekat untuk duduk bersamaku pada hari kiamat adalah yang terbaik di antara kamu. Dan sesungguhnya orang-orang yang paling tidak disukai di antara kamu bagiku dan orang yang duduk paling jauh dariku pada hari kiamat adalah Thartharun, Mutasaddiqun dan Muthafaihiqun.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Kita tahu tentang Thartharun, dan Mutashaddiqun, tapi bagaimana dengan Muthafaihiqun?” Dia berkata: “Orang-orang yang sombong.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kutukan Dan Menghina Kehormatan Seseorang

Jami` at-Tirmidhi 2019
Ibnu Umar menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Orang beriman bukanlah orang yang mengutuk orang lain.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kesombongan

Jami` at-Tirmidhi 1998
Abdullah menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Barangsiapa yang memiliki kesombongan (kesombongan) biji sesawi di dalam hatinya, maka tidak akan dimasukkan ke dalam surga. Dan barangsiapa yang memiliki keimanan seberat biji sesawi di dalam hatinya, maka ia tidak akan dimasukkan ke dalam neraka.

Jami` at-Tirmidhi 2000
Iylas bin Salamah bin Al-Akwa' menceritakan dari ayahnya bahwa Rasulullah berkata

“Seseorang akan tetap meninggikan dirinya sendiri sampai ia tertulis di antara para tiran, sehingga ia menderita dari penderitaan mereka.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Terlalu Banyak Kemarahan

Jami` at-Tirmidhi 2020
Abu Hurairah menceritakan bahwa seorang pria datang kepada Rasulullah dan berkata

“Ajari aku sesuatu yang tidak terlalu banyak bagiku sehingga, mungkin, aku bisa mematuhinya.” Dia (SAW) berkata: “Janganlah kamu marah.” Dia mengulangi (permintaan) itu beberapa kali, setiap kali dia menjawab: “Jangan marah.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Menghormati Penatua

Jami` at-Tirmidhi 2022
Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Tidak ada orang muda yang menghormati seorang penatua karena usianya, kecuali Allah menunjuk baginya seorang yang akan menghormatinya pada usia itu.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kesabaran

Jami` at-Tirmidhi 2024
Abu Sa'id menceritakan

“Beberapa orang dari Ansar meminta (sesuatu) dari Rasulullah (s.a.w) dan dia memberikannya kepada mereka. Mereka kembali meminta (sesuatu) kepadanya, dan dia memberikannya. Kemudian dia berkata: “Apa pun kebaikan yang saya miliki, saya tidak akan menimbun itu dari seorang pun di antara Anda. (Ingatlah) barangsiapa yang tidak bertanya kepada orang lain, maka Allah akan membuat dia puas, dan barangsiapa berusaha menolongnya, maka cukuplah Allah kepadanya. Dan barangsiapa yang sabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Tidak ada yang bisa diberikan berkat yang lebih baik dan lebih mencakup daripada kesabaran.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Nammam

Jami` at-Tirmidhi 2026
Hammam bin Al-Harith dijo

“Aman melewati Hudhaifah bin Al-Yaman dan dikatakan kepadanya: “Orang ini menyampaikan berita tentang orang-orang kepada para pemimpin.” Maka Hudaifah berkata: “Rasulullah berfirman: 'Qatat tidak akan masuk surga. '” (Sahih) Sufyan berkata: “Qatat adalah Nammam.

Bab : Apa yang Terkait Tentang Al-Haya' dan Al-'Iy

Jami` at-Tirmidhi 2027
Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata

“Al-Haya' dan Al-'Iy adalah dua cabang iman, dan Al-Badha dan Al-Bayan adalah dua cabang kemunafikan.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: Memang Ada Sihir Dalam Kefasihan (Al-Bayan)

Jami` at-Tirmidhi 2028
Ibnu Umar menceritakan bahwa dua orang pria tiba pada waktu Rasulullah menyampaikan pidato. Orang-orang kagum dengan ucapan mereka, maka Rasulullah berpaling kepada kami dan berkata:

“Sesungguhnya ada sihir dalam kefasihan” atau “Sesungguhnya kefasihan adalah sihir.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Menjadi Rendah Hati

Jami` at-Tirmidhi 2029
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah berkata

“Sesungguhnya sedekah tidak mengurangi harta, dan Allah tidak menambah seorang manusia dalam apa pun untuk pengampunannya, melainkan demi kehormatan, dan tidak ada yang merendahkan dirinya untuk Allah melainkan Allah yang membangkitkannya.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Menghormati Orang Beriman

Jami` at-Tirmidhi 2032
Nafi' menceritakan bahwa Ibnu 'Umar berkata

“Rasulullah SAW naik ke Minbar dan berseru dengan suara tinggi: “Wahai orang-orang yang menerima Islam dengan lidahnya, padahal iman belum mencapai hatinya! Janganlah kamu menyakiti kaum muslimin, janganlah kamu mencemari mereka, dan janganlah kamu memata-matai mereka untuk mengungkapkan rahasia mereka. Sesungguhnya barangsiapa mencoba menyingkapkan rahasia saudaranya yang beragama Islam, maka Allah menyingkapkan rahasia-rahasianya secara terbuka, walaupun ia berada di kedalaman rumahnya.” Dia (Nafl') berkata: “Suatu hari Ibnu Umar melihat ke rumah Ka'bah dan berkata: 'Apa yang lebih dihormati darimu, dan yang kehormatannya lebih suci daripada dirimu? Dan kehormatan orang mukmin lebih suci bagi Allah daripada kehormatanmu.”