حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، - يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ - عَنْ زَائِدَةَ بْنِ قُدَامَةَ، عَنْ صَدَقَةَ، حَدَّثَنَا جُمَيْعُ بْنُ عُمَيْرٍ، - أَحَدُ بَنِي تَيْمِ اللَّهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ - قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أُمِّي وَخَالَتِي عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلَتْهَا إِحْدَاهُمَا كَيْفَ كُنْتُمْ تَصْنَعُونَ عِنْدَ الْغُسْلِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ وَنَحْنُ نُفِيضُ عَلَى رُءُوسِنَا خَمْسًا مِنْ أَجْلِ الضَّفْرِ .
Terjemahan
Narasi Aisha, Ummul Mu'minin
Ya'qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami: Abdurrahman – yaitu Ibnu Mahdi – menceritakan kepada kami, dari Za'idah bin Qudamah, dari Sadaqah: Jumay' bin Umayr – salah seorang dari Bani Taim Allah bin Tsa'labah – menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku masuk bersama ibu dan bibiku menemui Aisyah. Salah seorang dari mereka bertanya kepada Aisyah: "Bagaimanakah kalian dahulu melakukan mandi besar (ghusl)?" Aisyah menjawab: "Rasulullah (ﷺ) berwudu seperti wudunya untuk salat, kemudian beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali. Sedangkan kami menuangkan air ke atas kepala kami lima kali karena adanya jalinan rambut (kepangan)."