Sahih al-Bukhari

Bab : Berdiri tegak dengan tenang saat mengangkat kepala dari membungkuk

Diriwayatkan Thabit

Anas pernah memperagakan kepada kami shalat Nabi ﷺ. Apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku', beliau berdiri lama sehingga kami berkata bahwa beliau lupa (sujud).

Diriwayatkan Aiyub

Abu Qilabah berkata: Malik bin Huwairits biasa memperlihatkan kepada kami cara shalat Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) di luar waktu shalat wajib. Maka ia berdiri dan menyempurnakan berdiri, lalu rukuk dan menyempurnakan rukuk, kemudian mengangkat kepalanya dan berdiri tegak sejenak. Ia berkata: Ia shalat bersama kami seperti shalat syekh kami ini, Abu Burayd. Dan Abu Burayd apabila mengangkat kepalanya dari sujud terakhir, ia duduk tegak kemudian berdiri.

Bab : Jika seseorang tidak melakukan sujud dengan sempurna

Diriwayatkan Abu Ratapan

Hudzaifah melihat seorang laki-laki yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Ketika ia menyelesaikan salatnya, Hudzaifah berkata kepadanya, “Kamu belum salat.” Dan saya kira dia menambahkan, “Seandainya kamu mati, kamu akan mati dalam keadaan tidak mengikuti sunnah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Bab : Untuk bersujud di atas tujuh tulang

Diriwayatkan Al-Bara' bin 'Azib

Kami biasa salat di belakang Nabi ﷺ, dan apabila beliau mengucapkan: “Sami‘a Allahu liman hamidah”, tidak seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya (untuk sujud) sampai Nabi ﷺ meletakkan keningnya di tanah.

Bab : Untuk bersujud di hidung

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Ibnu Abbas (radhiyallahu 'anhuma) berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh anggota badan: dahi – dan beliau berisyarat dengan tangannya ke hidungnya –, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung kedua kaki, dan tidak melipat pakaian dan tidak pula mengikat rambut.'

Bab : Duduk sebentar di antara dua sujud

Diriwayatkan Al-Bara'

Waktu yang diambil oleh Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dalam sujud, rukuk, dan duduk di antara dua sujud adalah hampir sama.

Diriwayatkan Thabit

Anas radhiallahu 'anhu berkata, “Sungguh aku tidak akan meninggalkan untuk menunaikan shalat bersama kalian sebagaimana aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat bersama kami.” Tsabit berkata, “Anas dahulu melakukan sesuatu yang aku tidak melihat kalian melakukannya. Apabila ia mengangkat kepalanya dari ruku', ia berdiri (lama) sampai ada yang berkata, 'Dia telah lupa.' Dan antara dua sujud (ia duduk lama) sampai ada yang berkata, 'Dia telah lupa.'”

Bab : Doa di hadapan Taslim

Diriwayatkan 'Aisha

Aisyah, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan: Rasulullah ﷺ biasa berdoa dalam salatnya: “Allahumma, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Allahumma, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Seseorang bertanya kepadanya, “Mengapa engkau sering berlindung kepada Allah dari utang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya jika seseorang berutang, dia berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” Aisyah—semoga Allah meridainya—juga berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ dalam salatnya berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.

Bab : Untuk membaca dengan lantang dalam sholat Subuh (pagi hari).

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dari Abu Bishr, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia berkata:

Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) berangkat bersama sekelompok sahabatnya menuju Pasar 'Ukaz. Dan di antara setan-setan dan kabar langit diberi penghalang, dan dilemparkan kepada mereka bintang-bintang (api). Maka setan-setan kembali kepada kaum mereka. Mereka berkata, “Apa yang terjadi dengan kalian?” Mereka menjawab, “Telah diberi penghalang antara kami dan kabar langit, dan telah dilemparkan kepada kami bintang-bintang (api).” Mereka berkata, “Tidak ada yang menghalangi antara kalian dan kabar langit kecuali sesuatu yang telah terjadi. Maka telusurilah timur bumi dan baratnya, dan lihatlah apa yang menghalangi antara kalian dan kabar langit.” Maka orang-orang yang menuju Tihamah itu menghadap Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) sedangkan beliau berada di Nakhla, dalam perjalanan menuju Pasar 'Ukaz, dan beliau sedang melaksanakan salat Subuh bersama para sahabatnya. Ketika mereka mendengar Al-Qur'an, mereka menyimaknya dan berkata, “Demi Allah, inilah yang menghalangi antara kalian dan kabar langit.” Lalu mereka kembali kepada kaum mereka dan berkata, “Wahai kaum kami,”

“Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Qur'an yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar; maka kami beriman kepadanya dan kami tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.”

Maka Allah menurunkan kepada Nabi-Nya (shallallahu 'alaihi wa sallam):

“Katakanlah: Telah diwahyukan kepadaku.”

Dan tidaklah diwahyukan kepadanya kecuali perkataan jin.

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas, dia berkata: Nabi (ﷺ) membaca dengan suara nyaring dalam salat yang diperintahkan untuk itu, dan diam dalam salat yang diperintahkan untuk itu.

{وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا} — "Dan Tuhanmu tidak lupa."
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ} — "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."

Bab : Hanya membaca Surah Al-Fathiha dalam dua rakaat terakhir selama empat Rak'a Salat (shalat)

Diriwayatkan 'Abdullah bin Abi Qatada

Ayahku berkata, "Nabi ﷺ biasa membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah) dan dua surah pada dua rakaat pertama salat Zuhur, dan pada dua rakaat terakhir hanya membaca Ummul Kitab. Kadang-kadang beliau memperdengarkan ayat kepada kami, dan beliau memanjangkan rakaat pertama lebih daripada rakaat kedua. Demikian pula pada salat Asar dan Subuh."

Bab : Untuk membaca (Al-Qur'an) dengan tenang dalam shalat Zuhur dan 'Ashar

Diriwayatkan Abu Ma'mar

Kami berkata kepada Khabbab, "Apakah Rasulullah ﷺ membaca (Al-Qur'an) pada salat Zuhur dan Asar?" Ia menjawab, "Ya." Kami bertanya, "Bagaimana engkau mengetahuinya?" Ia berkata, "Dari gerakan janggutnya."

Bab : Untuk memperpanjang Rak'a pertama

Diriwayatkan 'Abdullah bin Abi Qatada

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari bapaknya, bahwa Nabi ﷺ biasa memanjangkan rakaat pertama pada salat Zuhur dan memendekkan rakaat kedua, dan beliau melakukan hal yang sama pada salat Subuh.

Bab : Keunggulan mengucapkan Amin

Diriwayatkan Abu Huraira

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Abu al-Zinad, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Apabila salah seorang dari kalian mengucapkan 'Amin', dan para malaikat di langit juga mengucapkan 'Amin', lalu yang satu bersamaan dengan yang lainnya, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.'

Bab : Itmam At-Takbir (yaitu, mengakhiri jumlah Takbir, atau mengucapkan Takbir dengan sempurna) pada saat bersujud. [Lihat Fath al-Bari]

Diriwayatkan 'Ikrima

Telah menceritakan kepada kami Amr bin Aun, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hushaim, dari Abu Bisyr, dari Ikrimah, dia berkata: Aku melihat seorang laki-laki di dekat Maqam (Ibrahim) bertakbir pada setiap turun dan bangun, dan ketika berdiri dan ketika sujud. Lalu aku kabarkan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: 'Bukankah itu shalat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Tidak ada ibumu.'

Bab : Berdiri tegak dengan tenang saat mengangkat kepala dari membungkuk

Diriwayatkan Al-Bara'

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dari al-Hakam, dari Ibnu Abi Laila, dari al-Bara' radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rukuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sujudnya, ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, dan jarak antara dua sujud itu hampir sama.

Bab : Orang harus mengucapkan Takbir saat bersujud.

Dan Abu Huraira berkata, "Ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengangkat kepalanya dari (membungkuk) dia biasa berkata: "Sami'a l-lahu liman hamidah, Rabbana wa laka l-hamd." Dia akan memohon kepada Allah untuk beberapa orang dengan menamai mereka

Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ketika mengangkat kepalanya (dari rukuk) mengucapkan: „Allah mendengar orang yang memuji-Nya; wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji.“ Beliau berdoa untuk beberapa orang dengan menyebut nama-nama mereka: „Ya Allah, selamatkanlah Al-Walid bin Al-Walid, Salamah bin Hisyam, dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah, serta orang-orang mukmin yang lemah dan tertindas. Ya Allah, keraskanlah hukuman-Mu atas suku Mudlar dan jadikanlah tahun-tahun (paceklik) atas mereka seperti tahun-tahun (paceklik) pada masa Yusuf.“ Dan penduduk timur pada waktu itu adalah dari suku Mudlar yang menentang beliau.

Bab : Selama sujud, seseorang harus menjauhkan lengannya dari sisi dan perut harus dijauhkan dari paha.

Diriwayatkan 'Abdullah bin Malik bin Buhaina

Setiap kali Nabi ﷺ salat, beliau menjauhkan kedua lengannya dari badan sehingga tampak putih ketiaknya.

Bab : Mengucapkan Takbir tentang bangkit dari dua sujud

Diriwayatkan Sa'id bin Al-Harith

Abu Sa'id memimpin kami dalam shalat dan mengucapkan takbir dengan suara keras ketika mengangkat kepalanya dari sujud, ketika sujud, ketika bangkit kembali, dan ketika berdiri dari rakaat kedua. Abu Sa'id berkata, 'Begitulah aku melihat Nabi ﷺ melakukannya.'

Bab : Sunnah Nabi (jalan yang sah) untuk duduk di Tashah-hud [dalam Salat (shalat)].

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Abdullah

Abdullah bin Maslamah meriwayatkan kepada kami, dari Malik, dari Abdurrahman bin Al-Qasim, dari Abdullah bin Abdullah, bahwa ia mengabarkan kepadanya: Saya melihat Abdullah bin Umar ra duduk bersila ketika duduk dalam shalat. Maka saya pun melakukannya, padahal saat itu saya masih muda. Abdullah bin Umar melarang saya dan berkata: „Sesungguhnya sunnah shalat adalah engkau menegakkan kaki kananmu dan melipat kaki kirimu.“ Saya berkata: „Tetapi engkau melakukannya.“ Dia menjawab: „Kedua kakiku tidak sanggup menahanku.“