Bab : Berdoa di belakang seorang pria yang menjadi korban Al-Fitan (cobaan dan kasih sayang) atau bidat.
Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata kepada Abu Dzar: “Dengarkanlah dan taatilah, walaupun yang memimpin adalah seorang Habasyi (Etiopia) yang kepalanya seperti kismis.”
Bab : Jika Imam memperpanjang Salat (shalat) dan seseorang memiliki pekerjaan atau kebutuhan yang mendesak sehingga dia meninggalkan jemaah dan mempersembahkan Salat sendirian.
Telah menceritakan kepada kami Muslim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Amr, dari Jabir bin 'Abdullah, bahwa Mu'adz bin Jabal biasa shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian kembali dan mengimami kaumnya.
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basysyar, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Gundar, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Amru, dia berkata: Aku mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata: Mu'adz bin Jabal biasa shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian kembali dan mengimami kaumnya. Suatu malam dia mengimami shalat Isya' dan membaca surat Al-Baqarah. Maka seorang laki-laki pergi (meninggalkan shalat), seakan-akan Mu'adz menegurnya. Hal itu sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Fattan (pembuat fitnah), Fattan, Fattan" tiga kali, atau beliau bersabda: "Fatinan, fatinan, fatin" (pembuat cobaan) dan memerintahkannya untuk membaca dua surat dari pertengahan Al-Mufashshal. 'Amru berkata: Aku tidak hafal keduanya.
Bab : Barangsiapa memotong As-Salat (shalat) setelah mendengar tangisan seorang anak.
Nabi ﷺ bersabda, “Aku masuk ke dalam salat dengan niat untuk memanjangkannya. Lalu aku mendengar tangisan seorang anak kecil, maka aku perpendek salatku karena aku tahu betapa kerasnya rasa cemas ibunya karena tangisan anak itu.”
Bab : Jika seseorang mengikuti Imam dan yang lain mengikuti orang itu (maka tidak apa-apa)
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sakit parah, Bilal datang memberitahu beliau bahwa waktu shalat telah tiba. Beliau bersabda: "Perintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang." Aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang yang lemah lembut. Jika dia berdiri di posisi engkau, dia tidak akan mampu memperdengarkan suaranya kepada orang-orang. Mengapa engkau tidak memerintahkan Umar saja?" Beliau bersabda: "Perintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang." Lalu aku berkata kepada Hafshah: "Katakanlah kepada beliau: Abu Bakar adalah seorang yang lemah lembut. Jika dia berdiri di posisi engkau, dia tidak akan mampu memperdengarkan suaranya kepada orang-orang. Mengapa engkau tidak memerintahkan Umar saja?" Hafshah pun menyampaikannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kalian benar-benar seperti para wanita Yusuf. Perintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang." Maka Abu Bakar pun maju untuk shalat.
Ketika Abu Bakar memulai shalat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merasakan keringanan (dari sakitnya), lalu beliau berdiri dengan berjalan bersandar pada dua orang, sedang kedua kakinya menyeret di tanah, hingga masuk ke masjid. Ketika Abu Bakar mendengar suara beliau, Abu Bakar ingin mundur, tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat kepadanya untuk tetap melanjutkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang lalu duduk di sebelah kiri Abu Bakar. Maka Abu Bakar shalat dengan berdiri, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dengan duduk. Abu Bakar mengikuti shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan orang-orang mengikuti shalat Abu Bakar radhiyallahu 'anhu.
Bab : Bisakah Imam bergantung pada perkataan rakyat jika dia ragu (tentang masalah tertentu)?
Abdullah bin Maslama menceritakan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Ayyub bin Abi Tamima as-Sakhtiyani, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengakhiri shalat setelah dua rakaat. Dzul-Yadain berkata kepadanya, 'Apakah shalat ini diringkas ataukah engkau lupa, wahai Rasulullah?' Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, 'Apakah Dzul-Yadain berkata benar?' Orang-orang menjawab, 'Ya.' Kemudian Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berdiri, mengerjakan dua rakaat lagi, lalu mengucapkan salam, kemudian bertakbir dan sujud seperti sujudnya yang biasa atau lebih lama.
Bab : Jika Imam menangis dalam As-Salat (shalat) (apakah salatnya akan sah?)
Aisyah, Ummul Mukminin, berkata: Rasulullah ﷺ bersabda di saat sakitnya, “Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin salat bersama orang-orang.” Aku berkata, “Jika Abu Bakar berdiri di tempatmu, dia tidak akan dapat memperdengarkan suaranya kepada orang-orang karena tangisnya. Maka perintahkanlah Umar untuk memimpin salat.” Beliau bersabda, “Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin salat bersama orang-orang.” Aku berkata kepada Hafshah, “Sampaikan kepadanya: Abu Bakar adalah seorang yang lemah lembut. Jika dia berdiri di tempatmu, dia tidak akan dapat memperdengarkan suaranya kepada orang-orang karena tangisnya. Maka perintahkanlah Umar untuk memimpin salat bersama orang-orang.” Hafshah pun melakukannya. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada apa ini? Sungguh kalian ini adalah teman-teman perempuan Yusuf. Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin salat bersama orang-orang.” Hafshah berkata kepadaku, “Aku tidak pernah mendapatkan kebaikan darimu.”
Bab : Satu wanita bisa membentuk barisan
Aku dan seorang anak yatim salat di belakang Nabi ﷺ di rumah kami, dan ibuku, Ummu Sulaim, berada di belakang kami.
Bab : Sisi kanan masjid dan tempat di sebelah kanan Imam
Pada suatu malam aku bangun untuk salat di sebelah kiri Nabi ﷺ. Beliau memegang tanganku atau lenganku sehingga beliau menempatkanku di sebelah kanannya, dan beliau memberi isyarat dengan tangannya agar aku pergi dari belakang.
Bab : Doa malam.
Rasulullah ﷺ membuat sebuah kamar – ia berkata, aku kira ia berkata – dari tikar di bulan Ramadan, lalu beliau shalat di dalamnya beberapa malam. Maka sebagian sahabatnya ikut shalat dengan shalatnya. Ketika beliau mengetahui mereka, beliau mulai duduk. Lalu beliau keluar menemui mereka dan bersabda, “Sungguh aku telah mengetahui apa yang aku lihat dari perbuatan kalian. Maka shalatlah, wahai manusia, di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.”
Bab : Melihat ke arah langit selama As-Salat (shalat)
Nabi ﷺ bersabda: "Ada apa dengan orang-orang yang mengangkat pandangan mereka ke langit saat shalat?" Ucapan beliau mengeras hingga beliau bersabda: "Hendaklah mereka berhenti dari itu, atau benar-benar pandangan mereka akan dicabut."
Bab : Melihat ke sana kemari dalam As-Salat (doa)
Suatu ketika Nabi ﷺ shalat di atas Khamisa yang memiliki gambar/tanda, lalu beliau bersabda, “Gambar-gambar itu mengganggu perhatianku. Bawalah Khamisa ini kepada Abu Jahm dan bawakanlah untukku Inbijaniya.”
Bab : Pembacaan Al-Qur'an dalam shalat Magrib
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari 'Urwah bin Az-Zubair, dari Marwan bin Al-Hakam, dia berkata: Zaid bin Tsabit berkata kepadaku, "Mengapa engkau membaca surat-surat pendek dalam salat Maghrib, padahal aku mendengar Nabi ﷺ membaca surat yang terpanjang dari dua surat yang panjang?"
Bab : Memperpanjang dua Rak'a pertama dan memperpendek dua raka terakhir
Umar berkata kepada Sa'd, "Orang-orang mengeluh tentangmu dalam segala hal, bahkan dalam salat." Sa'd menjawab, "Adapun aku, aku memanjangkan dua rakaat pertama dan memendekkan dua rakaat terakhir, dan aku tidak akan pernah mengurangi salat yang aku ikuti dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Umar berkata, "Engkau benar, dan itu memang yang kusangka tentangmu."
Bab : Bagaimana Adzan untuk Salat (Doa) dimulai
Orang-orang menyebutkan api dan lonceng, dan dengan itu mereka menyebutkan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan azan dengan lafaz dua kali dan iqamah dengan lafaz satu kali.
Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami: Abdurrazzaq berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Nafi' mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu Umar biasa berkata: Ketika kaum Muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul dan memperkirakan waktu salat. Belum ada panggilan untuk salat. Suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian mereka berkata: 'Ambillah lonceng seperti lonceng kaum Nasrani.' Sebagian yang lain berkata: 'Bahkan terompet seperti tanduk kaum Yahudi.' Maka Umar berkata: 'Tidakkah kalian mengutus seseorang untuk menyerukan salat?' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Wahai Bilal, berdirilah, lalu serukanlah salat.'
Bab : Apa yang diucapkan ketika mendengar azan
Muʿādh ibn Faḍālah menceritakan kepada kami: Hishām menceritakan kepada kami, dari Yaḥyā, dari Muḥammad ibn Ibrāhīm ibn al-Ḥārith, ia berkata: ʿĪsā ibn Ṭalḥah menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Muʿāwiyah pada suatu hari mengucapkan yang semisal hingga ucapannya: “Wa ash-hadu anna Muḥammadan rasūlul-Lāh” (وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ) – “dan aku bersaksi bahwa Muḥammad adalah utusan Allah”.
Ishāq ibn Rāhawayh menceritakan kepada kami: Wahb ibn Jarīr menceritakan kepada kami: Hishām menceritakan kepada kami, dari Yaḥyā, yang semisal.
Bab : Doa ketika mendengar adzan
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa ketika mendengar panggilan salat (adzan) mengucapkan: ‘Allahumma Rabba hadzihid-da'watit-tammah, was-shalatil qa'imah, ati Muhammadan al-wasilata wal-fadilah, wa b'ats-hu maqaman mahmudan-il-ladzi wa'adtahu’ (Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan ditegakkan, berikanlah Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah dia dalam kedudukan terpuji yang Engkau janjikan), maka syafaatku akan diberikan kepadanya pada hari Kiamat.”
Bab : Adzan sebelum Al-Fajr (fajar)
Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah (Suhur) sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan."
Bab : Berapa lama interval antara Adzan dan Iqama? (Dan sesuatu yang menyangkut) orang yang menginginkan Iqama
Rasulullah ﷺ bersabda tiga kali: "Ada salat di antara dua adzan (adzan dan iqamah)," lalu beliau menambahkan, "Bagi siapa yang ingin salat."