Sahih al-Bukhari

Bab : Bisakah Imam bergantung pada perkataan rakyat jika dia ragu (tentang masalah tertentu)?

Diriwayatkan Abu Huraira

Nabi (ﷺ) shalat Zuhur dua rakaat (bukannya empat), lalu dikatakan kepadanya bahwa beliau hanya shalat dua rakaat. Kemudian beliau shalat dua rakaat lagi dan mengakhirinya dengan salam, lalu sujud dua kali.

Bab : Meluruskan barisan adalah salah satu hal-hal wajib dan baik yang membuat As-Salat (doa) Anda benar dan sempurna.

Diriwayatkan Abu Huraira

Imam itu hanyalah diangkat untuk diikuti. Maka janganlah kalian menyelisihinya. Apabila ia rukuk, maka rukuklah; dan apabila ia mengucapkan: 'سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ' (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah: 'رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ' (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala pujian). Apabila ia sujud, maka sujudlah; dan apabila ia salat dengan duduk, maka salatlah kalian semua dengan duduk. Dan luruskanlah saf dalam salat, karena meluruskan saf termasuk kesempurnaan salat.

Bab : Perlunya mengucapkan Takbir, yaitu Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dan dimulainya As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Anas bin Malik

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jatuh dari kuda dan terluka, maka beliau shalat bersama kami dengan duduk, dan kami pun shalat di belakang beliau dengan duduk. Ketika selesai shalat, beliau bersabda, „Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah; apabila ia ruku', maka ruku'lah; apabila ia mengangkat kepala, maka angkatlah kepala; apabila ia mengucapkan Sami'a l-lahu liman hamidah, maka ucapkanlah Rabbana laka l-hamd; dan apabila ia sujud, maka sujudlah."

Bab : Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Takbir [pada pembukaan As-Salat (shalat)], dan sambil membungkuk dan mengangkat kepala (setelah membungkuk)

Diriwayatkan Abu Qilaba

Telah menceritakan kepada kami Ishaq al-Wasithi, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Abdullah, dari Khalid, dari Abu Qilabah, bahwa dia melihat Malik bin al-Huwairith apabila shalat, dia bertakbir dan mengangkat kedua tangannya, dan apabila hendak rukuk dia mengangkat kedua tangannya, dan apabila mengangkat kepalanya dari rukuk dia mengangkat kedua tangannya. Dan dia menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan seperti itu.

Bab : Sampai tingkat berapa seseorang harus mengangkat tangannya.

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Telah menceritakan kepada kami Abu al-Yaman, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari az-Zuhri, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma berkata:

Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memulai takbir dalam shalat, lalu beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir hingga sejajar dengan kedua bahunya. Dan apabila beliau bertakbir untuk rukuk, beliau melakukan hal yang sama. Dan apabila beliau mengucapkan: “Sami'a l-lahu liman hamidah” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), beliau melakukan hal yang sama lalu mengucapkan: “Rabbana wa laka l-hamd” (Wahai Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji). Dan beliau tidak melakukan hal itu ketika sujud dan tidak pula ketika mengangkat kepalanya dari sujud.

Bab : Untuk mengangkat tangan setelah menyelesaikan Rak'a kedua (saat berdiri untuk Rak'a ketiga)

Diriwayatkan Nafi'

Telah menceritakan kepada kami `Ayyasy, dia berkata: telah menceritakan kepada kami `Abdul A`lā, dia berkata: telah menceritakan kepada kami `Ubaidullāh, dari Nāfi`, bahwa Ibnu `Umar apabila memasuki salat, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya; dan apabila rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya; dan apabila mengucapkan: “Sami`a Allāhu liman ḥamidah”, beliau mengangkat kedua tangannya; dan apabila berdiri dari dua rakaat, beliau mengangkat kedua tangannya. Dan Ibnu `Umar menyandarkan hal itu kepada Nabi Allāh ṣallallāhu `alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Hammād bin Salāmah dari Ayyūb dari Nāfi` dari Ibnu `Umar dari Nabi ṣallallāhu `alaihi wa sallam. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Ṭahmān dari Ayyūb dan Mūsā bin `Uqbah secara ringkas.

Bab : Ketundukan dalam As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalian melihatku menghadap kiblat; tetapi demi Allah, tidak ada yang tersembunyi dariku mengenai rukuk dan kekhusyukan kalian, dan sungguh aku melihat kalian dari balik punggungku.”

Diriwayatkan Anas bin Malik

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Luruskanlah rukuk dan sujud. Demi Allah, sesungguhnya aku melihat kalian dari belakangku — atau belakang punggungku — ketika kalian rukuk dan sujud.”

Bab : Apa yang harus dikatakan setelah Takbir

Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ biasa diam antara takbir dan bacaan (Al-Qur'an), dan diam itu adalah sebentar. Aku berkata, “Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu, wahai Rasulullah! Apa yang engkau ucapkan antara takbir dan bacaan?” Beliau menjawab, “Aku mengucapkan: ‘اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ’ (Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan hujan es).”

Bab : Melihat Imam selama As-Salat (shalat)

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Abbas

Telah menceritakan kepada kami Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Malik, dari Zaid bin Aslam, dari 'Atha' bin Yasar, dari 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau shalat. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, kami melihat engkau mengambil sesuatu di tempat shalatmu, kemudian kami melihat engkau mundur. Beliau bersabda: 'Aku diperlihatkan surga, lalu aku ingin mengambil setandan buah darinya. Sekiranya aku mengambilnya, niscaya kalian akan memakannya selama dunia masih ada.'

Bab : Melihat ke sana kemari dalam As-Salat (doa)

Diriwayatkan 'Aisha

Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang menoleh ke sana ke mari dalam salat. Beliau menjawab, “Itu adalah curian yang dengannya setan mencuri (sebagian) dari salat seorang hamba.”

Bab : Apakah diperbolehkan bagi seseorang untuk melihat-lihat dalam Salat (shalat) jika sesuatu terjadi pada seseorang? Atau dapatkah seseorang melihat sesuatu seperti ekspektasi dalam arahan kiblat?

Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Laits, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa dia berkata: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) melihat dahak di arah kiblat masjid, sedangkan beliau sedang shalat di hadapan orang-orang. Maka beliau mengeriknya, kemudian ketika selesai shalat beliau bersabda: "Sesungguhnya apabila salah seorang dari kalian sedang shalat, maka sesungguhnya Allah berada di hadapan wajahnya. Maka janganlah salah seorang dari kalian meludah ke arah hadapannya ketika shalat." Diriwayatkan oleh Musa bin 'Uqbah dan Ibnu Abi Rawwad dari Nafi'.

Bab : Pembacaan Al-Qur'an dalam shalat 'Ashar

Diriwayatkan 'Abdullah bin Abi Qatada

Ayahku berkata: Nabi ﷺ biasa membaca Al-Fatihah dan satu surat (lainnya) pada dua rakaat pertama salat Zuhur dan Asar, dan terkadang beliau memperdengarkan ayat kepada kami.

Bab : Pembacaan Al-Qur'an dalam shalat Magrib

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Ibnu Abbas (radhiyallahu 'anhuma) berkata: "Ummu al-Fadl mendengarku membaca:

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا

lalu ia berkata: 'Wahai anakku! Demi Allah, bacaanmu mengingatkanku kepada surah ini; sesungguhnya itulah surah terakhir yang kudengar dari Rasulullah (ﷺ) – beliau membacanya dalam salat Maghrib.'"

Bab : Untuk membaca dengan lantang dalam doa Maghrib.

Diriwayatkan Jubair bin Mut'im

Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ membaca surat At-Tur (52) dalam salat Maghrib.

Bab : Untuk membaca dalam shalat Isya, dengan As-Sajda(sujud)

Diriwayatkan Abu Rafi

Suatu kali saya shalat Isya bersama Abu Huraira, dan ia membaca ayat berikut:

إِذَا السَّمَاءُ انشَقَّتْ

Kemudian ia sujud. Saya bertanya, "Apa ini?" Ia menjawab, "Saya sujud di belakang Abul-Qasim (Nabi) ketika beliau membaca surat ini, dan saya akan terus melakukannya sampai saya bertemu beliau."

Bab

Bab : Untuk menangguhkan pertempuran setelah mendengar Adzan

Diriwayatkan Humaid

Anas bin Malik berkata, "Setiap kali Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) pergi bersama kami untuk memerangi suatu kaum, beliau tidak menyerang mereka hingga pagi hari dan beliau melihat. Jika beliau mendengar azan, beliau menahan diri dari (menyerang) mereka; dan jika beliau tidak mendengar azan, beliau menyerang mereka." Anas menambahkan, "Kami sampai di Khaibar pada malam hari. Ketika pagi hari dan beliau tidak mendengar azan, beliau menaiki kendaraannya dan aku membonceng di belakang Abu Thalhah, dan kakiku menyentuh kaki Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam). Penduduk Khaibar keluar membawa keranjang-keranjang dan cangkul-cangkul mereka. Ketika mereka melihat Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam), mereka berteriak, 'Muhammad! Demi Allah, Muhammad dan pasukannya!' Ketika Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) melihat mereka, beliau bersabda, 'Allahu akbar, Allahu akbar! Khaibar hancur.' Kemudian beliau mengucapkan:

"Sesungguhnya apabila kami turun di halaman suatu kaum, maka buruklah pagi hari bagi orang-orang yang telah diberi peringatan." — إِنَّا إِذَا نَزَلْنَا بِسَاحَةِ قَوْمٍ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ

Bab : Adzan setelah Al-Fajr (fajar)

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Rasulullah ﷺ bersabda, “Bilal mengumandangkan azan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan.”

Bab : Jika ada banyak musafir, Adzan dan Iqama harus diucapkan, (hal yang sama harus diperhatikan) dalam 'Arafat dan Al-Muzdalifa juga

Diriwayatkan Malik bin Huwairith

Dua orang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dengan maksud hendak bepergian. Nabi ﷺ bersabda, "Apabila kalian berdua keluar, maka kumandangkanlah adzan, kemudian iqamah, dan hendaklah yang lebih tua di antara kalian berdua yang menjadi imam."