Pensiun ke Masjid untuk Mengingat Allah (I'tikaf)
كتاب الاعتكاف
Bab : Kunjungan istri kepada suaminya di I'tikaf
Istri-istri Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersamanya di masjid (ketika dia berada di I'tikaf) dan kemudian mereka pergi dan Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada Safiya binti Huyai, "Jangan terburu-buru, karena aku akan menemanimu," (dan kediamannya berada di rumah Usama). Nabi (صلى الله عليه وسلم) keluar dan sementara itu dua orang Ansari menemuinya dan mereka melihat Nabi (صلى الله عليه وسلم) dan lewat. Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada mereka, "Kemarilah. Dia adalah (istri saya) Safiya binti Huyai." Mereka menjawab, "Subhan Allah, (Beraninya kami memikirkan kejahatan) wahai rasul Allah! (kami tidak pernah mengharapkan sesuatu yang buruk darimu)." Nabi (صلى الله عليه وسلم) menjawab, "Setan beredar di dalam manusia seperti darah bersirkulasi di dalam tubuh, dan aku takut Setan akan memasukkan pikiran jahat ke dalam pikiranmu."
Bab : Siapa pun yang keluar dari I'tikaf-nya pada pagi hari
Kami berlatih I'tikaf dengan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) pada pertengahan sepuluh hari (Ramadhan). Pada pagi hari tanggal dua puluh (Ramadhan) kami memindahkan bagasi kami, tetapi Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) datang kepada kami dan berkata, "Siapa pun yang adalah I'tikaf harus kembali ke tempatnya di I'tikaf, karena aku melihat (yaitu diberitahu tentang tanggal) malam ini (Qadr) dan melihat diriku bersujud di lumpur dan air." Ketika saya kembali ke tempat saya, langit mendung dengan awan dan hujan turun. Oleh Dia yang mengutus Muhammad dengan Kebenaran, langit tertutup awan dari akhir hari itu, dan masjid yang beratap dengan batang daun pohon kurma (bocor karena hujan) dan saya melihat jejak lumpur dan air di atas hidung Nabi (صلى الله عليه وسلم) dan ujungnya.