حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي السُّوقِ، فَقَالَ رَجُلٌ يَا أَبَا الْقَاسِمِ. فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّمَا دَعَوْتُ هَذَا. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم "سَمُّوا بِاسْمِي، وَلاَ تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي "
Terjemahan
Narasi Anas bin Malik
Sementara Nabi (saw) berada di pasar, seseorang memanggil, “Wahai Abul Qasim.” Rasulullah berpaling kepadanya. Orang itu berkata, “Aku telah memanggil orang ini (yaitu orang lain).” Rasulullah SAW bersabda, “Sebutkan dirimu dengan namaku, tetapi jangan dengan nama Kunya (nama) ku.” (Di dunia Arab adalah kebiasaan untuk menyebut pria itu sebagai ayah dari putra sulungnya, misalnya Abul-Qasim.) (Lihat Hadis No. 737, Jilid 4)