حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ، قَالَ سَمِعَ أُذُنَاىَ، وَوَعَاهُ، قَلْبِي النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ "الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ جَائِزَتُهُ ". قِيلَ مَا جَائِزَتُهُ قَالَ " يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَسْكُتْ "
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Shuraih Al-Khuza'i
Telingaku mendengar dan hatiku menggenggam (pernyataan yang) Nabi (ﷺ) berkata, “Masa untuk menjaga tamu seseorang adalah tiga hari (dan jangan lupa) upahnya.” Mereka bertanya, “Apa pahala dia?” Beliau berkata: “Pada malam pertama dan siang hari ia harus diberi makanan yang berkualitas tinggi; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menjamu tamunya dengan murah hati; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbicara dengan baik atau diam.”